Jumat, 01 Maret 2013

Cak Nur


Fiqih Lintas Agama Cak Nur

Rizal – Selasa, 23 Safar 1428 H / 13 Maret 2007 11:27 WIB
Assalamualaikum wr. Wb.
Pak ustad yang saya hormati, membaca buku yang telah diluncurkan oleh Nurcholis Majid(alm)dkk, dengan judul Fiqih Lintas Agama, maka terfikir dibenak saya ada kejanggalan, sebab kalau dilihat dari judulnya ada kata Lintas, sedangkan lintas itu sendiri adalah melewati atau jalan.
Jadi timbul pertanyaan saya apakah semua agama selain Islam punya atau ada yang menjalankan fikih seperti isalam, kalau pun ada di mana letak persamaan dan perbedaannya, memang buku ini sudah terbit sejak 2thn silam tetapi saya masih penasaran untuk mendapatkan jawaban yang valid dari ustad.
Secara pribadi saya sangat menghargai pendapat beliau, sebagai orang awam perlu mencari sumber yang jelas tidak asal taqlid begitu saja.
Mohon penjelasannya pak ustad.
Terimakasih.
Wassalam.
Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Ketika Nurchalis Madjid menulis buku itu dan memberi judul ‘Fiqih Lintas Agama’, perlu kita pahami bahwa istilah fiqih yang dia maksud sama sekali berbeda dengan istilah fiqih yang baku dalam literatur syariah Islam.
Dalam literatur syariah Islam, definisi kata fiqih secara bahasa berarti paham dan mengerti. Seperti dalam ayat Al-Quran Allah menceritakan ucapan kaum Syuaib
“Mereka berkata, "Hai Syuaib, kami tidak banyak mengerti tentang apa yang kamu katakan itu (Hud: 91)
Namun secara istilah baku yang dikenal para ulama, makna istilah ‘fiqih’ adalah:
العلم بالأحكام الشرعية العلمية المكتسب من أدلتها التفصيلية
Ilmu yang membahas hukum-hukum syariat bidang amaliyah (perbuatan nyata) yang diambil dari dalil-dalil secara rinci.
Penjelasan definisi:
  • Ilmu: merupakan ilmu yang memiliki obyek dan kaidah tertentu.
  • Hukum-hukum syariat: hukum-hukum ini bersifat syariat yang diambil dari Al-Quran, sunnah, ijma’, qiyas, bukan ilmu logika, matematika, fisika.
  • Amaliyah: fiqih hanya membahas hukum-hukum praktis (amaly) perbuatan manusia dari masalah ibadah, muamalah. Jadi fiqih tidak membahas masalah keyakinan atau ilmu kalam atau ilmu akidah.
  • Yang diambil: fiqih adalah kesimpulan hukum-hukum bersifat baku hasil ijtihad ulama yang bersumber dari Al-Quran, sunnah, ijma, qiyas dan dalil-dalil yang ada.
Sedangkan yang dibicarakanCak Nur dalam bukunya itu justru keluar jauh dari makna asli dan baku tentang ilmu fiqih. Mungkin trik dagang, atau karena istilah fiqih sedang ngetop, jadi menarik didengar. Namun yang jelas tidak nyambung. Atau mungkin penulisnya menggunakan pengertian secara bahasa, yaitu sebagai pemahaman secara umum.
Adakah Agama Selain Islam Punya Ilmu Fiqih?
Kalau pertanyaan anda, apakah agama selain Islam punya ilmu fiqih seperti umat Islam, jawabnyajelas tidak. Tidak ada satu pun agama di dunia ini yang punya ilmu fiqih seperti ilmu fiqih yang dimiliki umat Islam.
Kita mulai dari agama ardhi (bumi), yaitu agama-agama ciptaan manusia biasa, bukan agama yang turun dari tuhan. Misalnya agama Hindu, Budha, Shinto, Konghuchu dan sebagainya. Agama-agama ini tidak punya ilmu fiqih seperti umat Islam, karena tidak ada sumber-sumber asasi yang mereka sepakati, terutama terkait dengan masalah amaliyah.
Agama-agama ini tidak punya kitab suci yang datang dari Tuhan, sebagai sumber dari segala sumber hukum. Kitab yang mereka sucikan sebagai kitab buatan manusia, paling jauh, karangan para filsof. Apakah filosof berhak membuat aturan ritual dan tata cara ibadah? Jawabnya tidak berhak, menurut aqidah Islam. Sebab yang berhak untuk menetapkan aturan peribadatan bukan manusia, melainkan Allah SWT.
Agama ardhi juga tidak punya konsep nabi yang menerima wahyu dari langit dan berfungsi sebagai pembawa risalah dari tuhan. Di mana perkataan, perbuatan dan taqrir-nya adalah sumber hukum. Dan selain dari Al-Quran, umat Islam mengambil hukum dari nabinya, Muhammad SAW.
Yang menarik, di dalam agama Islam berkembang sebuah ilmu periwayatan sanad hadits. Di mana tiap keterangan tentang hukum-hukum dari Rasulullah SAW mengalami proses naqd (kritik) secara uniq dan luar biasa. Tidak ada satu pun agama di dunia ini yang punya ilmu naqd hadits.
Adapun agama samawi, yaitu agama yang sebenarnya bersumber dari Allah SWT, seperti nasrani dan ahudi, juga tidak punya ilmu fiqih. Namun mereka punya hukum dan syariah ketika mereka masih bersama nabi mereka.
Di zaman nabi mereka masih hidup, Allah SWT menurunkan wahyu kepada para nabi itu. Sehingga boleh dibilang bahwa umat pemeluk agama samawi punya syariah. Misalnya mereka diwajibkan shalat, puasa, zakat, haji, jihad. Bahkan diberlakukan banyak larangan di antara mereka, seperti diharamkan untuk mencuri, berzina, membunuh, melukai, berjudi, makan babi dan makanan haram lainnya.
Dalam beberapa hal, hukum yang berlaku pada umat ahli kitab sebelum kita itu, punya beberapa kesamaan. Misalnya, pembunuh wajib diqishash, pencuri wajib dipotong tangannya, pezina wajib dirajam dan lainnya.
Hanya masalahnya, ketika para nabi itu wafat, hukum yang tadinya berlaku berangsur ditinggalkan. Ditambah lagi tidak ada jaminan atas penjagaan kitab suci mereka dari ancaman pemalsuan, penambahan atau mengurangan. Lama-lama kitab suci mereka betul-betul hilang lenyap, sehingga sudah tidak ada lagi yang tahu rimbanya.
Apalagi kalau bicara hadits nabi-nabi terdahulu, semakin gelap saja. Kitab suci saja mereka palsukan, apalagi hadits nabi mereka.
Karena itulah kita katakan bahwa bagaimana mereka mau punya fiqih seperti kita, padahal kitab suci pun tidak punya, hadits apalagi. Padahal yang namanya fiqih adalah ilmu untuk mengambil istimbath hukum dari kedua sumber hukum itu.
Ibarat kita bertanya kepada teman bujangan, "Mas, punya anak apa enggak?" Jawabnya sudah jelas tidak punya. Lha bagaimana mau punya anak, isteri saja tidak punya? Apakah mau punya anak dari pohon pisang? Tentu tidak.
Maka wajar kalau saudara kita yang nasrani atau yahudi itu sekarang menjadi pelanggar berat agama dan syariah mereka sendiri. Hari ini mereka asyik makan babi, minum khamar, berzina, berjudi, menyembah berhala, makan bangkai, tinggalkan shalat, tidak puasa, tidak zakat, tidak haji dan tidak cebok sehabis kencing. Semua itu terjadi karena mereka tidak punya ilmu fiqih, oleh karena mereka tidak punya sumber-sumber fiqih seperti kita. Kitab suci yang asli tidak punya, hadits apalagi.
Bahkan jumlah tuhan pun masih jadi polemik di kalangan petinggi mereka. Apakah tiga atau satu? Ataukah tiga sama dengan satu? Ataukah satu itu tiga? Semua semakin membingungkan. Bagaimana mau bisa punya ilmu fiqih?
Maka alangkah ruginya umat Islam yang tidak sempat belajar ilmu fqih, karena ilmu ini satu-satunya di muka bumi.
Wallahu a’lam bishshawab, wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Ahmad Sarwat, Lc

sahabat nabi saling berbunuhan


Shahabat Nabi Saling Berbunuhan: Bagaimana Posisi Kita?

Dian_cahyadi – Selasa, 26 Zulhijjah 1427 H / 16 Januari 2007 06:50 WIB
Assalamu’alaikum Waraohmatullohi Wabarokatuh
Ana mau bertanya…
Peristiwa Perpecahan Umat Islam yang dimulai pada masa kekhalifahan Ali Bin Abi Thallib Ra. Dan masa kekhalifahan setelahnya merupakan sesuatu yang sangat disayangkan…
Ana paham bahwa kita sebagai muslim tidak sepatutnya mencap buruk kepada para salafus sholeh tersebut… Karena mereka (para sahabat terutama) sudah dijamin Alloh dengan ridho-Nya.
Namun, bukan untuk mencari siapa yang benar dan menyalahkan yang lain, ana ingin diberi penjelasan tentang hal apa yang membuat "mereka" samapai seperti itu (terutama saat perang jamal" antara Sahabat Ali Ra. Dengan Ibunda Aisyah rah dan Sahabat Muawiyah Ra.
Apa saja pertimbangan dari masing-masing pihak sehingga mereka sampai memutuskan untuk perang melawan sesama muslim.
Di luar mana yang benar dan yang salah, ana ingin ustadz menjelaskan mengapa mereka sampai memutuskan begitu, dari kedua sisi… Mengapa ada peristiwa yang menimpa husein Ra. Dan serentetan peristiwa lainnya yang sangat banyak.
Apakah semua itu ada kaitannya dengan kemunculan Syi’ah
Harap Ustadz mau menjawabnya dan ana juga ingin tau di mana ana bisa mencari jawaban lebih rincinya…
Jazakalloh… Assalamualaikum
[Harap jawaban juga dikirimkan ke e-mail saya]
Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh, 
Barangkali kami tidak akan menjelaskan duduk persoalan yang anda tanyakan, karena ada hal yang justru lebih penting lagi untuk kita ketahui bersama, terkait dengan masalah ini. Yaitu tentang keshahihan sejarah yang kita anggap sebagai sejarah Islam. Benarkah memang ada cerita seperti itu? Sejauhmana kedudukan sejarah itu dibandingkan dengan standar keshahihan suatu hadits?
Jawabannya memang masih belum jelas, sama tidak jelasnya dengan kerumitan sejarah Islam itu sendiri. Tetapi yang perlu kita ketahui adalah bahwa para shahabat nabi itu adalah orang-orang yang telah diridhai Allah SWT, bahkan hal itu ditegaskan secara eksplisit di dalam Al-Quran.
Juga perlu dipahami bahwa para shahabat nabi adalah orang-orang yang langsung dibinalewat tangan Rasulullah SAW, sehingga melecehkan para shahabat sama saja artinya dengan melecehkan Rasulullah SAW.
Dan yang paling penting, kalau kita sampai menyatakan bahwa para shahabat itu jelek karena saling berbunuhan antar sesama mereka, maka kita sebenarnya sudah membunuh agama Islam itu sendiri. Mengapa? Karena kita tidak kenal Islam kecuali lewat tangan para shahabat nabi. Kalau kita sudah mendeskreditkan satu di antara para shahahabat, lalu akan ada saudara kita yang akan membalas mendiskreditkan shahabat yang lainnya. Dan akhirnya semua shahabat pun akan kebagian penilaian negatif dari kita. Dan selesailah agama Islam.
Keshahihan Sejarah Islam: sebuah pe-er besar
Dibandingkan dengan periwayatan hadits, apa yang kita pahami sebagai ‘sejarah Islam’ sebenarnya sangat dhaif dari segi keshahihannya. Kalau dalam dunia hadits, para ulama telah berhasil mengukir sejarah dengan tinta emas dalam hal keberhasilan mereka membuat sistem kritik hadits, maka dalam dunia sejarah, kritik itu tidak pernah terjadi.
Dalam dunia hadits kita mengenal Imam Bukhari, Imam Muslim, Imam At-Tirmizy dan lainnya yang terkenal dengan ketekunan mereka dalam menyeleksi keshahihan suatu hadits, hingga ilmu naqd (kritik) hadits menjadi sebuah fenomena satu-satunya di dunia Islam, bahkan di dunia ilmu pengetahuan.
Misalnya Al-Bukhari, beliau telah menghabiskan umurnya untuk menelusuri satu persatu tiap riwayat hadits yang didapatnya. Konon dari 50 ribuan hadits yang ditelitinya, hanya 5 ribuan saja yang masuk ke dalam kitab Shahihnya. Itu pun dengan pengulangan-pengulangan. Kalau tidak diulang-ulang, ada yang menghitung bahwa jumlahnya hanya sekitar 2000-an saja.
Padahal jumlah hadits ada jutaan riwayat. Setelah diperas dan diperas dengan sejumlah kriteria yang ‘teramat’ ketat, tingga 2000-an saja.
Ini menunjukkan bahwa tidak semua riwayat yang kita dapat dari nabi SAW bisa kita terima begitu saja. Harus ada sistem yang baku dan standar untuk menyeleksinya. Itu pun baru sebatas kritik pada sanadnya, belum pada matan (teks)-nya.
Bagaimana dengan sejarah Islam? 
Adakah sistem kritik sanad periwayatan sebagaimana hadits nabi SAW? Jawabnya, unfortunetly, kita belum punya.
Di dalam ilmu sejarah Islam, boleh dibilang nyaris sama sekali kita tidak punya sistem yang baku untuk mengkritisi riwayat-riwayat sejarah umat Islam. Semua riwayat sejarah itu datang begitu saja, ditulis oleh siapa saja, dikarang dan direkayasa oleh kalangan mana saja, termasuk oleh orang-orang kafir yang memusuhi Islam. Yang terakhir ini justru lebih mendominasi, sayangnya.
Kalau kita baca ‘sejarah umat Islam’ hari ini, terutama yang diajarkan di sekolah dan kampus Islam, boleh dibilang nyaris semuanya ditulis oleh orang kafir. Kalau pun penulisnya muslim, tapi rujukannya tetap dari penulis sejarah yang kafir. Kalau pun ada buku sejarah karya umat Islam, maka sejarawan muslim itu tetap tidak bisa lepas dari penelitian dan kabar orang kafir.
Kita Membaca Sejarah Diri Sendiri Lewat Tulisan Musuh-musuh kita
Bayangkan, kita membaca sejarah diri sendiri lewat tulisan musuh-musuh kita. Seolah antara kita dan sejarah kita sendiri ada dinding tebal yang tak tembus apapun. Sehingga hanya lewat tulisan musuh-musuh kita saja lah kita baru kenal sejarah kita sendiri.
Contoh Pertama: Masuknya Islam ke Nusantara
Bukankah sejarah masuknya agama Islam di Indonesia yang katanya baru terjadi pada abad ke-13, hanyalah karangan Dr. Snouck Hurgronje? Padahal kalau dikritisi lebih jauh, ternyata Hurgonje sangat jauh meleset dari asumsinya itu.
Dan hari ini terbukti, seorang putera umat Islam, telah berhasil merontokkan sejarah versi orang kafir yang terlanjur resmi jadi kurukulum nasional itu. Adalah Prof. Dr. Buya Hamka yang dengan sangat valid berhasil menegaskan bahwa agama Islam tiba di negeri ini bukan di abad ke-13, melainkan di abad ke-7. Yakni masih di zaman para shahabat nabi SAW. Bahkan beliau memastikan bahwa salah seorang shahabat nabi, yaitu Yazid bin Mu’awiyah telah menginjakkan kaki di Nusantara ini.
Tetapi versi sejarah Islam yang resmi di kurikulum formal tetap saja versi orang kafir yang telah menjajah negeri ini. Rupanya para pembuat kurikulum sejarah lebih percaya pada hadits riwayat Hurgronje dari pada riwayat Hamka.
Contoh Kedua: Sejarah Umat Islam Bagaikan Cerita Silat
Lebih jauh lagi, buku-buku sejarah Islam itu tidak lebih dari cerita silat yang isinya hanya darah, pembunuhan, air mata, dendam kesumat dan turun temurun, perebutan tahta kekuasaan. Tidak lebih kotor dari cerita tentang pembantaian biadab model Hitler, Musolini, Lenin dan Stalin.
Kalau ada seorang non muslim yang baca versi sejarah yang sekarang dianggap sebagai sejarah Islam, 99% mereka akan punya gambaran bahwa umat Islam tidak lebih dari cerita silat. Dari stu dinasti ke dinasti yang lain. Para pendekar saling berbunuhan, saling dendam antar keturunan, saling tikam, saling mengkhianati, saling tebas leher, teman jadi lawan dan lawan jadi teman.
Semua isi cerita dari awal sampai akhir, sangat berbeda dengan isi Quran dan sunnah. Bagaimana mungkin sebuah umat yang dibina langsung oleh nabi, hidup di bawah naungan Quran dan sunnah, punya warisan intelektual yang sedemikan kaya, kok tidak beda dengan cerita Shaolin?
Sekarang pertanyaannya adalah: siapakah yang telah menulis semua itu? Dari mana cerita-cerita tentang pertumpahan darah itu berasal? Siapa yang meriwayatkannya? Sejauh mana validitas dan keshahihannya?
Jawabnya adalah semua itu datang dari para ahli sejarah. Tentang validitasnya? Kebanyakn orang tidak peduli, fasik atau tidak, tsiqah atau tidak, dha’if atau tidak. Jangankan hal itu, bahwa agamanya pun ternyata bukan Islam.
Apa agama mereka? Non muslim, yahudi atau nasrani. Kalau pun ada orang Islam yang jadi ahli sejarah, guru mereka adalah non muslim yang kerjanya memang memusuhi Islam.
Inilah kenyataan pahit yang harus kita telan, setiap kita bicara tentang sejarah umat Islam. Wajar kalau Dr. Muhammad Qutub, adik kandung Sayyid Qutub, pernah menyatakan bahwa kita harus menulis ulang sejarah Islam. Sebab yang diklaim sebagai sejarah Islam pada hari ini sebenarnya bukan sejarah Islam, melainkan sekedar cara pandang musuh-musuh Islam terhadap sejarah Islam.
Sedangkan sejarah Islam sendiri sebagai sebuah realitas, tidak pernah terbukti validitasnya. Kalau disandingkan dengan keshahihan hadits Bukhari, maka semua sejarah itu tidak lebih dari sekedar hadits-hadits dha’if, bahkan maudhu’ (palsu).
Karena tidak pernah ada serangkaian tes, juga tanpa sistem kritik yang baku dan ketat, tanpa proses penelitian atas kepribadian para pembawa riawayatnya.
Sejarah Islam Versi Non Muslim = Israiliyat
Maka yang sering disebut dengan ‘sejarah Islam’ sekarang ini, secara hukum tidak jauh kedudukannya dari cerita israiliyat belaka. Di mana kita bisa saja menerima hal itu tapi bisa saja menolaknya mentah-mentah.
Mengapa demikian?
Karena yang menyampaikan kepada kita tidak lain adalah sama-sama Bani Israil juga. Cerita-cerita bohong tentang nabi-nabi terdahulu disampaikan oleh bani Israil tanpa kepastian kebenarannya. Maka cerita-cerita tentang ‘sejarah umat Islam’ yang sekarang ini kita baca, tidak lebih baik shahih dari kisah Israiliyat juga. Karena diriwayatkan oleh mereka, yaitu non muslim dari Bani Israil (Yahudi dan Nasrani).
Sudah Adakah Rintisan Ke Arah Sana?
Mengingat musuh-musuh Islam sangat memanfaatkan kelemahan di bidang ini. Dan ribuan judul buku dan makalah telah mereka keluarkan untuk menohok umat Islam, maka sudah ada sebagian dari ulama yang mulai menulis kajian ini secara lebih kritis.
Meskipun belum sampai menjadi sebuah sistem kritik yang baku seperti dalam ilmu kritik hadits.
Kita mengenal kitab Al-’Awashim minal Qawashim, karya Al-Qadhi Abu Bakar Al-Arabi yang lumayan bisa dijadikan rujukan untuk meluruskan sejarah Islam. Versi arabnya bisa anda download di sini. http://www.saaid.net/book/16.zip
Juga ada beberapa kitab lainnya yang berupaya mengkritisi dengan versi umat Islam, misalnya kitabDimaa’ ‘alaa qamishi Utsman bin Affan (darah di kemeja Utsman bin Affan), karya Dr. Ibrahim Abdul Fattah Al-Mutanawi. Beliau juga menulis kitab Tha’natun fii Qalbi Ali bin Thalib (Tikaman di jantung Ali bin Abi Thalib).
Buku lainnya yang menarik untuk anda baca adalah Shubuhat wa abathil ‘an Mu’awiyah (Isu dan tuduhan seputar Muawiyah) karya Abu Abdullah Az-Zahabi. Beliau juga menulis kitab lain yang tidak kalah hebatnya, yaitu Abathil allati tumha minat-tarikh (kekeliruan yang harus dihapus dari sejarah). Juga ada kitab lain yang jangan sampai ditinggalkan, misalnya kitab Istisyhadu Al-Husain: Dirasat Naqdiyah Tahliliyah (Syahidnya Al-Husein: Studi kritis dan pemecahan).
Yang sudah dalam terjemahan adalah karya Prof DR. Muhammad Amhazun. Beliau menulis berdasarkan riwayat dari Imam At-Thabari dan para muhaditsin yang lainnya. Buku tersebut telah diterjemahkan oleh Dr. Daud Rasyid MA dengan judul “FITNAH KUBRO (Tragedi Pada Masa Sahabat) Klarifikasi Sikap serta Analisa Historis Dalam Perspektif Ahli Hadits dan Imam Al-Thabary”. Penerbitnya adalah LP2SI Al-Haramain, Jakarta.
Semoga Allah melahirkan dari umat muslimin di abad ini orang-orang yang akan memperbaharui penulisan sejarahnya, agar kelemahan umat yang satu ini bisa ditambal. Amien
Wallahu a’lam bishshawab, wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Ahmad Sarwat, Lc

Kamis, 28 Februari 2013


[26] do’a pembuka majelis

 
 
 
 
 
 
1 Vote

Alhamdulillaahi nasta’iinuhu wa nastaghfiruhu wa na’uudzubillaahi min syuruuri anfusinaa wa min sayyiaati  a’maalinaa may yahdillaahu falaa mudhillalahu wa may yudh-lil falaa haa diyalah ,
Asyhadu allaa ilaaha illaloohu wahdahu laa syariikalah, wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhu wa rosuuluhu laa nabiyya ba’dah.
Allahumma sholli wasallim wa baarik ‘ala muhammadin wa ‘ala aaalihi wa ash-haabihi ajma’iin,
—————-
Segala puji milik Allah. Kami memohon pertolonganNya, dan mohon ampun kepada Nya. Kami berlindung kepada Allah dari kejahatan diriku dan keburukan amalku.
Barang siapa yang diberi petunjuk Allah maka tidak ada siapapun yang dapat menyesatkannya, dan barang siapa yang disesatkan Allah maka tidak ada siapapun yang dapat menunjukinya.
Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, aku mengesakanNya dan tidak mempersekutukanNya.
Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hambaNya dan rosulNya, tidak ada nabi setelah dia.
Ya Allah, berikan sholawat, salam dan kebaikan atas nabi Muhammad, keluarganya dan sahabatnya.”

Minggu, 09 September 2012


32 Hal Tentang Israel Yang Tidak Terpublikasi Agan Wajib Tau..!!


1. Tahukah anda bahwa selain ras yahudi, dilarang membeli atau menyewa tanah di Israel?

2. Tahukah anda bahwa setiap ras yahudi yang ada di setiap Negara di seluruh dunia menjadi warga Negara Israel secara otomatis? Sementara warga Palestina yang terlahir di tanah negerinya sendiri sejak puluhan abad yang lalu terus diusir ke luar Palestina?

3. Tahukah anda bahwa penduduk Palestina yang menetap di kawasan Israel harus menggunakan kendaraan dengan cat dan warna khusus untuk membedakan antara ras yahudi dan non yahudi?

4. Tahukah anda bahwa Yerusalem bagian timur, Tepi Barat, Gaza dan dataran tinggi Golan dianggap oleh masyarakat internasional khususnya barat dan Amerika sebagai kawasan yang dijajah Israel dan bukan merupakan bagian dari Israel?

5. Tahukah anda bahwa Israel mengalokasikan 85% air bersih hanya untuk ras yahudi dan membagikan 15% sisanya untuk seluruh penduduk Palestina yang menetap di kawasan Israel? Secara realitas, Israel mengalokasikan 85% air bersih hanya untuk 400 penduduk yahudi di Hebron, sementara 15% sisanya alokasikan kepada 120 ribu penduduk Palestina di daerah itu?

6. Tahukah anda bahwa Amerika mengalolasikan 5 milyad US$ dari penghasilan pajaknya setiap tahunnya untuk menyumbang Israel?

7. Tahukah anda bahwa Amerika terus memberikan bantuan militer kepada Israel sebesar 1,8 milyard US$ setiap tahunnnya? Dan tahukah anda bahwa jumlah sebesar itu sama dengan sumbangan Amerika kepada seluruh Negara di benua benua Afrika?

8. Tahukah anda bahwa Israel juga menunggu bantuan perang tambahan sebesar 4 milyard US$ dari Amerika yang terdiri dari pesawat tempur F 16, Apache dan Blackhawk? Dan karena Amerika merupakan Negara koalisi utama bagi Israel, maka ia wajib memberikan semua fasilitas yang diminta Israel untuk menjamin eksistensinya.

9. Tahukah anda bahwa pemerintah Amerika telah menekan Konggres tentang pelanggaran Israel dalam penggunaan senjata yang mereka sumbangkan?Khususnya pada tahun 1978, 1979 dan tahun 1982 pada perang di Lebanon dan penggunaan senjata nuklir pada tahun 1981.

10. Tahukah anda bahwa Israel adalah satu-satunya Negara di Timur Tengah yang menolak menandatangani larangan pengembangan senjata nuklir? Dan menolak Tim Investigasi PBB untuk memeriksa tempat persembunyian nuklirnya?

11. Tahukah anda bahwa sebelum berdirinya Israel pada tahun 1948, sudah memiliki pabrik pengembangan senjata nuklir?

12. Tahukah anda bahwa Perwira Tinggi Israel di Departemen Perang mengakui secara terang-terangan bahwa militer Israel membunuh semua tahanan perang Palestina tanpa proses pengadilan?

13. Tahukah anda bahwa Israel meledakan tempat kediaman Diplomat Amerika dan menyerang kapal perang Amerika Liberty di perairan internasional pada tahun 1967? Walaupun serangan itu menewaskan 33 tentara Amerika dan melukai 177 lainnya, tetapi Amerika sama sekali tidak melakukan tindakan apapun terhadap Israel? Hanya dengan alasan bahwa tentara Israel salah sasaran? Bayangkan kalau serangan itu dilakukan oleh Negara Islam?

14. Tahukah anda bahwa Israel merupakan Negara yang paling banyak mengabaikan resolusi DK PBB? Jumlah resolusi yang diabaikan oleh Israel mencapai 69 buah. Bayangkan seandainya satu Negara Islam mengabaikan 1 resolusi PBB, apa yang akan dilakukan oleh Amerika?

15. Tahukah anda bahwa pemerintah Israel menggunakan system politik konservasi terhadap identitas ras yahudi agar tetap menjadi warga Negara itu?

16. Tahukah anda bahwa Mahkamah Agung Israel telah menetapkan Perdana Menteri Ariel Sharon sebagai tersangka dalam kasus pembantaian Shabra dan Syatilla pada 16 September 1982 di Lebanon yang menewaskan lebih dari 1000 orang Palestina terdiri dari anak-anak, wanita dan orang tua?

17. Tahukah anda bahwa pada tanggal 20 Mei 1990, seorang tentara Israel menyuruh para buruh Palestina yang sedang menunggu bus di sebuah halte untuk duduk berbaris di atas tanah, setelah itu ia menembaki mereka dari jarah setengah meter? Tahu pulakah anda bahwa pemerintah Israel menyatakan tentara itu tidak bersalah dan bahkan mendapat penghargaan khusus dari pemerintah Israel?

18. Tahukah anda bahwa sampai tahun 1988, semua pabrik dan kantor di Israel hanya boleh menempelkan keterangan lowongan kerja dengan perkataan: "lowongan kerja hanya untuk ras yahudi", "dicari seorang karyawan dengan syarat ras yahudi"?

19. Tahukah anda bahwa Departmen Luar Negeri Israel membayar 6 peruhaan media Amerika untuk memunculkan image positif Israel kepada masyarakat Amerika dan Eropa?

20. Tahukah anda bahwa Sharon mengajak Partai radikal Molodeit untuk menjadi koalisi utama dalam kabinetnya? Padahal partai itu beridiologi radikal dengan persepsi pokok membesihkan Israel dari non ras yahudi dan pengusiran secara paksa seluruh warga Palestina dari Israel?

21. Tahukah anda bahwa Perdana Menteri Israel pertama David ben Gorion sepakat dengan langkah pengusiran secara paksa seluruh ras arab dari Israel?

22. Tahukah anda bahwa Rahib besar di Israel Ofadya Yosef yang juga pendiri Partai Syas (partai terbesar ketiga di Israel) mendukung aksi militer Israel untuk menghabisi warga Palestina? bahkan ia mengeluarkan fatwa radikal pada hari raya paskah yang lalu dalam wawancaranya di sebuah jaringan radio terbesar di Israel: "Tuhan akan membalas semua kejahatan warga arab, Tuhan akan menghancurkan keturunannya, menghabisinya dan menghancurkan tanahnya dan Tuhan akan membalas mereka dengan siksaan yang pedih. Karenanya dilarang semua ras yahudi untuk memberikan rasa kasih saying kepada warga arab, dan wajib bagi setiap yahudi untuk menembakan rudal dan senjatanya ke arah dada dan kepala setiap warga arab untuk menghabisinya, karena mereka itu makhluq yang jahat dan terkutuk"……

23. Tahukah anda bahwa pengungsi Palestina terbesar di dunia?

24. Tahukah anda bahwa penduduk Kristen Palestina bersatu dengan penduduk Palestina muslim untuk melawan penjajah yahudi?

25. Tahukah anda, walaupun Mahkamah Agung Israel sudah mengeluarkan keputusan pelarangan penyiksaan dalam proses pemeriksaan, tetapi Shinbet (Badan Intelejen Israel) tetap terus menyiksa setiap pejuang Palestina dalam proses pemeriksaannya?

26. Tahukah anda bahwa walaupun Israel terus mengganggu proses belajar mengajar dan merusak seluruh sarana dan prasara pendidikan penduduk Palestina, tetapi penduduk Palestina tetap menjadi Negara terbesar di dunia yang penduduknya bergelar doctor (S3)? Hal ini apabila dilihat dari jumlah prosentase penduduknya.

27. Tahukah anda bahwa setiap manusia mempunyai hak yang sama yang dijamin oleh undang-undang HAM internasional yang diterbitkan pada tanggal 10 Desember 1948? Tetapi tahukah anda bahwa undang-undang itu sama sekali tidak berlaku bagi penduduk Palestina? karena dihalangi dengan ditandatanganinya kesepatakan OSLO?

28. Tahukah anda bahwa mayoritas buku sejarah di dunia mengatakan Negara-negara arab yang menyerang Israel terlebih dahulu pada perang tahun 1967? Padahal faktanya, justru Israel yang menyerang Negara-negara arab terlebih dahulu kemudian mereka merebut kota Al Quds dan Tepi Barat? Tetapi mereka mengatakan bahwa serangannya itu adalah serangan untuk menjaga diri dan antisipasi?

29. Tahukah anda bahwa Israel sebagai Negara penjajah sama sekali tidak terikat dengan konsvensi Jenewa untuk menjaga hak-hak dan keselamatan warga sipil Palestina?

30. Tahukah anda bahwa perintah Perdana Menteri Israel Ariel Sharon sudah tidak dituruti lagi oleh militer Israel? Salah satu contohnya adalah ketika ia melarang militer Israel untuk melakukan genjatan senjata dan dilarang menembak, tetapi militer Israel terus menyerang, menembaki rakyat sipil Palestina dan menghancurkan tempat tinggal mereka. Insiden paling memilukan andalah pembantaian tiga wanita Palestina, padahal mereka sedang berada dalam tenda pengungsiannya?

31. Tahukah anda bahwa Israel terus melakukan berbagai usaha untuk menghancurkan Masjid Al Aqsha dan Qubah Shakhrah sejak 50 tahun yang lalu dengan menggali bawah tanah masjid tersebut agar runtuh dengan sendirinya?

32. Tahukah anda bahwa Presiden Afrika Selatan Nelson Mandela mengatakan bahwa Israel adalah Negara rasisme dan apartheid seperti kondisi Afrika Selatan sebelum ia pimpin?