Kamis, 21 Mei 2015

Memahami Arti Tauhid

Tauhid secara bahasa arab merupakan bentuk masdar dari fi’il wahhada-yuwahhidu (dengan huruf ha di tasydid), yang artinya menjadikan sesuatu satu saja. Syaikh Ibnu Sholeh Al Utsaimin berkata: “Makna ini tidak tepat kecuali diikuti dengan penafian. Yaitu menafikan segala sesuatu selain sesuatu yang kita jadikan satu saja, kemudian baru menetapkannya” (Lihat Syarh Tsalatsatil Ushul).

Secara istilah syar’i, makna tauhid adalah menjadikan Allah sebagai satu-satunya sesembahan yang benar dengan segala kekhususannya (Lihat Syarh Tsalatsatil Ushul). Dari makna ini sesungguhnya dapat dipahami bahwa sesungguh banyak hal yang dijadikan sesembahan oleh manusia, bisa jadi mereka menyembah Malaikat, menyembah para Nabi, menyembah orang-orang shalih atau bahkan makhluk Allah yang lain, namun seorang yang bertauhid hanya menjadikan Allah sebagai satu-satunya sesembahan saja.

Pembagian Tauhid

Dari hasil pengkajian terhadap dalil-dalil tauhid yang dilakukan para ulama sejak dahulu hingga sekarang, mereka menyimpulkan bahwa ada tauhid terbagi menjadi 3 aspek: Tauhid Rububiyah, Tauhid Uluhiyah dan Tauhid Nama dan Sifat Allah (Asma’ Wash-Shifat).

Yang dimaksud dengan Tauhid Rububiyyah adalah mentauhidkan Allah dengan amalan dan penyataan yang tegas bahwa Allah Ta’ala adalah Tuhan, Raja, Pencipta semua makhluk. Dan Allah-lah yang mengatur dan mengubah keadaan mereka. (Lihat Al Jadid Syarh Kitab Tauhid).

Meyakini rububiyah yaitu meyakini kekuasaan Allah dalam mencipta dan mengatur alam semesta, misalnya meyakini bumi dan langit serta isinya diciptakan oleh Allah, Allahlah yang memberikan rizqi, Allah yang mendatangkan badai dan hujan, Allah menggerakan bintang-bintang, dll. Di nyatakan dalam Al Qur’an:
“Segala puji bagi Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dan Mengadakan gelap dan terang” (Al An’am: 1)

Dan perhatikanlah baik-baik, tauhid rububiyyah ini diyakini semua orang baik mukmin, maupun kafir, sejak dahulu hingga sekarang. Bahkan mereka menyembah dan beribadah kepada Allah. Hal ini dikhabarkan dalam Al Qur’an:
“Sungguh jika kamu bertanya kepada mereka (orang-orang kafir jahiliyah), ’Siapa yang telah menciptakan mereka?’, niscaya mereka akan menjawab ‘Allah’ ”. (Az Zukhruf: 87)

Oleh karena itu kita dapati ayahanda dari Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bernama Abdullah,yang artinya hamba Allah. Padahal Abdullah diberi nama demikian, Rasulullah tentunya belum lahir.

Adapun yang tidak mengimani rububiyah Allah adalah kaum komunis yang atheis. Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu berkata: “Orang-orang komunis tidak mengakui adanya Tuhan. Dengan keyakinan mereka yang demikian, berarti mereka lebih kufur daripada orang-orang kafir jahiliyah” (Lihat Firqotun Najiyyah)

Pertanyaan, jika orang kafir jahiliyyah sudah menyembah dan beribadah kepada Allah sejak dahulu, lalu apa yang diperjuangkan oleh Rasulullah dan para sahabat? Mengapa mereka berlelah-lelah penuh penderitaan dan mendapat banyak perlawanan dari kaum kafirin? Jawabannya, meski orang kafir jahilyyah beribadah kepada Allah mereka tidak bertauhid uluhiyyah kepada Allah, dan inilah yang diperjuangkan oleh Rasulullah dan para sahabat.

Tauhid Uluhiyyah adalah mentauhidkan Allah dalam segala bentuk peribadahan baik yang zhahir maupun batin (Lihat Al Jadid Syarh Kitab Tauhid). Dalilnya:
“Hanya Engkaulah yang Kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah Kami meminta pertolongan” (Al Fatihah: 5)

Sedangkan makna ibadah adalah semua hal yang dicintai oleh Allah baik berupa perkataan maupun perbuatan. Apa maksud ‘yang dicintai Allah’? Yaitu segala sesuatu yang telah diperintahkan oleh Allah dan Rasul-Nya, segala sesuatu yang dijanjikan balasan kebaikan bila melakukannya. Seperti shalat, puasa, bershodaqoh, menyembelih. Termasuk ibadah juga berdoa, cinta, bertawakkal, istighotsah dan isti’anah.

Maka seorang yang bertauhid uluhiyah hanya meyerahkan semua ibadah ini kepada Allah semata, dan tidak kepada yang lain. Sedangkan orang kafir jahiliyyah selain beribadah kepada Allah mereka juga memohon, berdoa, beristighotsah kepada selain Allah. Dan inilah yang diperangi Rasulullah, ini juga inti dari ajaran para Nabi dan Rasul seluruhnya, mendakwahkan tauhid uluhiyyah. Syaikh DR. Shalih Al Fauzan berkata: “Dari tiga bagian tauhid ini yang paling ditekankan adalah tauhid uluhiyah. Karena ini adalah misi dakwah para rasul, dan alas an diturunkannya kitab-kitab suci, dan alasan ditegakkannya jihad di jalan Allah. Semua itu adalah agar hanya Allah saja yang disembah, dan agar penghambaan kepada selainNya ditinggalkan” (Lihat Syarh Aqidah Ath Thahawiyah).

Maka perhatikanlah, sungguh aneh jika ada sekelompok ummat Islam yang sangat bersemangat menegakkan syariat, berjihad dan memerangi orang kafir, namun mereka tidak memiliki perhatian serius terhadap tauhid uluhiyyah. Padahal tujuan ditegakkan syariat, jihad adalah untuk ditegakkan tauhid uluhiyyah. Mereka memerangi orang kafir karena orang kafir tersebut tidak bertauhid uluhiyyah, sedangkan mereka sendiri tidak perhatian terhadap tauhid uluhiyyah??

Sedangkan Tauhid Nama dan Sifat Allah adalah mentauhidkan Allah Ta’ala dengan nama dan sifat yang telah Ia tetapkan bagi dirinya dalam Al Qur’an dan Hadits Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam. Bertauhid nama dalam dan sifat Allah ialah dengan cara menetapkan nama dan sifat yang Allah tetapkan bagi dirinya dan menafikan nama dan sifat yang Allah nafikan dari dirinya, dengan tanpa tahrif, tanpa ta’thil dan tanpa takyif (Lihat Syarh Tsalatsatil Ushul). Allah Ta’ala berfirman yang artinya:
“Hanya milik Allah nama-nama yang husna, maka memohonlah kepada-Nya dengan menyebut nama-nama-Nya”(Al A’raf: 180)

Tahrif adalah memalingkan makna ayat atau hadits tentang nama atau sifat Allah dari makna zhahirnya menjadi makna lain yang batil. Sebagai misalnya kata ‘istiwa’ yang artinya ‘bersemayam’ dipalingkan menjadi ‘menguasai’.

Ta’thil adalah mengingkari dan menolak sebagian sifat-sifat Allah. Sebagaimana sebagian orang yang menolak bahwa Allah berada di atas langit dan mereka berkata Allah berada di mana-mana.

Takyif adalah menggambarkan hakikat wujud Allah. Padahal Allah sama sekali tidak serupa dengan makhluknya, sehingga tidak ada makhluk yang mampu menggambarkan hakikat wujudnya. Misalnya sebagian orang berusaha menggambarkan bentuk tangan Allah,bentuk wajah Allah, dan lain-lain.

Adapun penyimpangan lain dalam tauhid asma wa sifat Allah adalah tasybih dan tafwidh.

Tasybih adalah menyerupakan sifat-sifat Allah dengan sifat makhluk-Nya. Padahal Allah berfirman yang artinya:“Tidak ada sesuatupun yang menyerupai Allah. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar Lagi Maha Melihat” (Asy Syura: 11)

Kemudian tafwidh, yaitu tidak mau menetapkan pengertian sifat-sifat Allah, misalnya sebagian orang menolak bahwa Allah bersemayam (istiwa) di atas Arsy kemudian berkata ‘kita serahkan makna istiwa kepada Allah’. Pemahaman ini tidak benar karena Allah Ta’ala telah mengabarkan sifat-sifatNya dalam Qur’an dan Sunnah agar hamba-hambaNya mengetahui. Dan Allah telah mengabarkannya dengan bahasa Arab yang jelas dipahami. Maka jika kita berpemahaman tafwidh maka sama dengan menganggap perbuatan Allah mengabarkan sifat-sifatNya adalah sia-sia karena tidak dapat dipahami oleh hamba-Nya.

Pentingnya mempelajari tauhid

Banyak orang yang mengaku Islam. Namun jika kita tanyakan kepada mereka, apa itu tauhid, bagaimana tauhid yang benar, maka sedikit sekali orang yang dapat menjawabnya. Sungguh ironis melihat realita orang-orang yang mengidolakan artis-artis atau pemain sepakbola saja begitu hafal dengan nama, hobi, alamat, sifat, bahkan keadaan mereka sehari-hari.

Di sisi lain seseorang mengaku menyembah Allah namun ia tidak mengenal Allah yang disembahnya. Ia tidak tahu bagaimana sifat-sifat Allah, tidak tahu nama-nama Allah, tidak mengetahui apa hak-hak Allah yang wajib dipenuhinya. Yang akibatnya, ia tidak mentauhidkan Allah dengan benar dan terjerumus dalam perbuatan syirik. Wal’iyydzubillah.

Maka sangat penting dan urgen bagi setiap muslim mempelajari tauhid yang benar, bahkan inilah ilmu yang paling utama. Syaikh Ibnu Utsaimin berkata: “Sesungguhnya ilmu tauhid adalah ilmu yang paling mulia dan paling agung kedudukannya. Setiap muslim wajib mempelajari, mengetahui, dan memahami ilmu tersebut, karena merupakan ilmu tentang Allah Subhanahu wa Ta’ala, tentang asma-asma-Nya, sifat-sifat-Nya, dan hak-hak-Nya atas hamba-Nya” (Lihat Syarh Ushulil Iman).

Tauhid Rububiyah Dan Pengakuan Orang-Orang Musyrik Terhadapnya

Oleh Syaikh Dr. Shalih bin Fauzan bin Abdullah bin Fauzan

Tauhid adalah meyakini keesaan Allah dalam Rububiyah, ikhlas beribadah kepadaNya, serta menetapkan bagiNya Nama-nama dan Sifat-sifatNya. Dengan demikian, tauhid ada tiga macam: Tauhid Rububiyah , Tauhid Uluhiyah serta Tauhid Asma’ wa Sifat. Setiap macam dari ketiga macam tauhid itu memiliki makna yang harus dijelaskan agar menjadi terang perbedaan antara ketiganya.

Makna Tauhid Rububiyah
Yaitu mengesakan Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam segala perbuatanNya, dengan meyakini bahwa Dia sendiri yang menciptakan segenap makhluk. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
“Allah menciptakan segala sesuatu …” [Az-Zumar: 62]

Bahwasanya Dia adalah Pemberi rizki bagi setiap manusia, binatang dan makhluk lainnya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
“Dan tidak ada suatu binatang melatapun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rizkinya, …” [Hud : 6]

Dan bahwasanya Dia adalah Penguasa alam dan Pengatur semesta, Dia yang mengangkat dan menurunkan, Dia yang memuliakan dan menghinakan, Mahakuasa atas segala sesuatu. Pengatur rotasi siang dan malam, Yang menghidupkan dan Yang mematikan. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
“Katakanlah: “Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. Engkau masukkan malam ke dalam siang dan Engkau masukkan siang ke dalam malam. Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati, dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup. Dan Engkau beri rizki siapa yang Engkau kehendaki tanpa hisab (batas).” [Ali Imran: 26-27]

Allah telah menafikan sekutu atau pembantu dalam kekuasaan-Nya. Sebagaimana Dia menafikan adanya sekutu dalam penciptaan dan pemberian rizki. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
“Inilah ciptaan Allah, maka perlihatkanlah olehmu kepadaku apa yang telah diciptakan oleh sembahan-sembahan (mu) selain Allah …” [Luqman: 11]

“Atau siapakah dia ini yang memberi kamu rizki jika Allah menahan rizkiNya?” [Al-Mulk: 21]

Allah menyatakan pula tentang keesaanNya dalam rububiyah-Nya atas segala alam semesta. Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala :
“Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.” [Al-Fatihah: 2]

“Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas ‘Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakanNya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintahNya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Mahasuci Allah, Tuhan semesta alam.” [Al-A'raf: 54]

Allah menciptakan semua makhlukNya di atas fitrah pengakuan terhadap rububiyah-Nya. Bahkan orang-orang musyrik yang menyekutukan Allah dalam ibadah juga mengakui keesaan rububiyah-Nya.
“Katakanlah: “Siapakah Yang Empunya langit yang tujuh dan Yang Empunya `Arsy yang besar?” Mereka akan menjawab: “Kepunyaan Allah.” Katakanlah: “Maka apakah kamu tidak bertakwa?” Katakanlah: “Siapakah yang di tanganNya berada kekuasaan atas segala sesuatu sedang Dia melindungi, tetapi tidak ada yang dapat dilindungi dari (azab)-Nya, jika kamu mengetahui?” Mereka akan menjawab: “Kepunyaan Allah.” Katakanlah: “(Kalau demikian), maka dari jalan manakah kamu ditipu?” [Al-Mu'minun: 86-89]

Jadi, jenis tauhid ini diakui semua orang. Tidak ada umat mana pun yang menyangkalnya. Bahkan hati manusia sudah difitrahkan untuk mengakuiNya, melebihi fitrah pengakuan terhadap yang lain-Nya. Sebagaimana perkataan para rasul yang difirmankan Allah:
“Berkata rasul-rasul mereka: “Apakah ada keragu-raguan terhadap Allah, Pencipta langit dan bumi?” [Ibrahim: 10]

Adapun orang yang paling dikenal pengingkarannya adalah Fir’aun. Namun demikian di hatinya masih tetap meyakiniNya. Sebagaimana perkataan Musa alaihis salam kepadanya:
“Musa menjawab: “Sesungguhnya kamu telah mengetahui, bahwa tiada yang menurunkan mu`jizat-mu`jizat itu kecuali Tuhan Yang memelihara langit dan bumi sebagai bukti-bukti yang nyata: dan sesungguhnya aku mengira kamu, hai Fir`aun, seorang yang akan binasa”. [Al-Isra': 102]

Ia juga menceritakan tentang Fir’aun dan kaumnya:
“Dan mereka mengingkarinya karena kezhaliman dan kesombongan (mereka) padahal hati mereka meyakini (kebenaran) nya.” [An-Naml: 14]

Begitu pula orang-orang yang mengingkarinya di zaman ini, seperti komunis. Mereka hanya menampakkan keingkaran karena ke-sombongannya. Akan tetapi pada hakikatnya, secara diam-diam batin mereka meyakini bahwa tidak ada satu makhluk pun yang ada tanpa Pencipta, dan tidak ada satu benda pun kecuali ada yang membuatnya, dan tidak ada pengaruh apa pun kecuali pasti ada yang mempengaruhinya. Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala :
“Apakah mereka diciptakan tanpa sesuatupun ataukah mereka yang menciptakan (diri mereka sendiri)? Ataukah mereka telah menciptakan langit dan bumi itu?; sebenarnya mereka tidak meyakini (apa yang mereka katakan).”[Ath-Thur: 35-36]

Perhatikanlah alam semesta ini, baik yang di atas maupun yang di bawah dengan segala bagian-bagiannya, anda pasti mendapati semua itu menunjukkan kepada Pembuat, Pencipta dan Pemiliknya. Maka mengingkari dalam akal dan hati terhadap pencipta semua itu, sama halnya mengingkari ilmu itu sendiri dan mencampakkannya, keduanya tidak berbeda.

Adapun pengingkaran adanya Tuhan oleh orang-orang komunis saat ini hanyalah karena kesombongan dan penolakan terhadap hasil renungan dan pemikiran akal sehat. Siapa yang seperti ini sifatnya maka dia telah membuang akalnya dan mengajak orang lain untuk menertawakan dirinya.

[Disalin dari kitab At-Tauhid Lish Shaffil Awwal Al-Ali, Edisi Indonesia Kitab Tauhid 1, Penulis Syaikh Dr Shalih bin Fauzan bin Abdullah bin Fauzan, Penerjemah Agus Hasan Bashori Lc, Penerbit Darul Haq]http://www.almanhaj.or.id/content/1978/slash/0

Tauhid Uluhiyyah

Oleh Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas

Artinya, mengesakan Allah Subhanahu wa Ta’ala melalui segala pekerjaan hamba, yang dengan cara itu mereka bisa mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala apabila hal itu disyari’atkan oleh-Nya, seperti berdo’a, khauf (takut), raja’ (harap), mahabbah (cinta), dzabh (penyembelihan), bernadzar, isti’anah (minta pertolongan), isthighotsah (minta pertolongan di saat sulit), isti’adzah (meminta perlindungan) dan segala apa yang disyari’atkan dan diperintahkan Allah Azza wa Jalla dengan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun. Semua ibadah ini dan lainnya harus dilakukan hanya kepada Allah semata dan ikhlas karena-Nya. Dan tidak boleh ibadah tersebut dipalingkan kepada selain Allah.

Sungguh Allah tidak akan ridha bila dipersekutukan dengan sesuatu apapun. Bila ibadah tersebut dipalingkan kepada selain Allah, maka pelakunya jatuh kepada Syirkun Akbar (syirik yang besar) dan tidak diampuni dosanya. [Lihat An-Nisaa: 48, 116] [1]

Al-Ilah artinya al-Ma’luh, yaitu sesuatu yang disembah dengan penuh kecintaan serta pengagungan.
Allah Azza wa Jalla berfirman:
“Dan Rabb-mu adalah Allah Yang Maha Esa, tidak ada sesembahan yang haq melainkan Dia. Yang Mahapemurah lagi Maha-penyayang” [Al-Baqarah: 163]

Berkata Syaikh al-‘Allamah ‘Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di Rahimahullah (wafat th. 1376 H): “Bahwasanya Allah itu tunggal Dzat-Nya, Nama-Nama, Sifat-Sifat dan perbuatan-Nya. Tidak ada sekutu bagi-Nya, baik dalam Dzat-Nya, Nama-Nama, Sifat-Sifat-Nya. Tidak ada yang sama dengan-Nya, tidak ada yang sebanding, tidak ada yang setara dan tidak ada sekutu bagi-Nya. Tidak ada yang mencipta dan mengatur alam semesta ini kecuali hanya Allah. Apabila demikian, maka Dia adalah satu-satunya yang berhak untuk diibadahi. Tidak boleh Dia disekutukan dengan seorang pun dari makhluk-Nya[2]

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.
“Allah menyatakan bahwa tidak ada yang berhak disembah dengan benar selain Dia, Yang menegakkan keadilan. Para Malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan demikian). Tidak ada yang berhak disembah dengan benar selain-Nya, Yang Maha-perkasa lagi Mahabijaksana” [Ali ‘Imran: 18]

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman mengenai Lata, Uzza dan Manat yang disebut sebagai tuhan, namun tidak diberi hak Uluhiyah:
“Itu tidak lain hanyalah nama-nama yang kamu dan bapak-bapakmu mengada-adakannya, Allah tidak menurunkan suatu keterangan pun untuk (menyembah)nya…”[An-Najm: 23]

Setiap sesuatu yang disembah selain Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah bathil, dalilnya adalah firman Allah Azza wa Jalla.
“(Kuasa Allah) yang demikian itu adalah karena sesungguhnya Allah, Dia-lah Yang Haq dan sesungguhnya apa saja yang mereka seru selain dari Allah, itulah yang bathil, dan sesungguhnya Allah, Dia-lah Yang Mahatinggi lagi Mahabesar” [Al-Hajj: 62]

Allah Azza wa Jalla juga berfirman tentang Nabi Yusuf 'alaihis Sallam yang berkata kepada kedua temannya di penjara:
“Hai kedua temanku dalam penjara, manakah yang baik, tuhan-tuhan yang bermacam-macam itu ataukah Allah Yang Mahaesa lagi Mahaperkasa? Kamu tidak menyembah selain Allah, kecuali hanya (menyembah) nama-nama yang kamu dan nenek moyangmu membuat-buatnya. Allah tidak menurunkan suatu keterangan pun tentang nama-nama itu…”[Yusuf: 39-40]

Oleh karena itu para Rasul ‘Alaihimus Salam berkata kepada kaumnya agar beribadah hanya kepada Allah saja[3]

“Sembahlah Allah olehmu sekalian, sekali-kali tidak ada sesembahan yang haq selain daripada-Nya. Maka, mengapa kamu tidak bertaqwa (kepada-Nya)” [ Al-Mukminuun: 32]

Orang-orang musyrik tetap saja mengingkarinya. Mereka masih saja mengambil sesembahan selain Allah Subhanahu wa Ta’ala. Mereka menyembah, meminta bantuan dan pertolongan kepada tuhan-tuhan itu dengan menyekutukan Allah Subhanahu wa Ta’ala .

Pengambilan tuhan-tuhan yang dilakukan oleh orang-orang musyrik ini telah dibatalkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan dua bukti.

Pertama.
Tuhan-tuhan yang diambil itu tidak mempunyai keistimewaan Uluhiyah sedikit pun, karena mereka adalah makhluk, tidak dapat menciptakan, tidak dapat menarik kemanfaatan, tidak dapat menolak bahaya, tidak dapat menghidupkan dan mematikan.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
“Mereka mengambil tuhan-tuhan selain daripada-Nya (untuk disembah), yang tuhan-tuhan itu tidak menciptakan apapun, bahkan mereka sendiri diciptakan dan tidak kuasa untuk (menolak) sesuatu kemudharatan dari dirinya dan tidak (pula untuk mengambil) sesuatu kemanfaatan pun dan (juga) tidak kuasa mematikan, menghidupkan dan tidak (pula) membangkitkan.” [Al-Fur-qaan: 3]

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
“Katakanlah: ‘Serulah mereka yang kamu anggap (sebagai tuhan) selain Allah. Mereka tidak memiliki (kekuasaan) seberat dzarrah pun di langit dan di bumi, dan mereka tidak mempunyai suatu saham pun dalam (penciptaan) langit. Dan bumi dan sekali-kali tidak ada di antara mereka yang menjadi pembantu bagi-Nya.’ Dan tiadalah berguna syafaat di sisi Allah, melainkan bagi orang yang telah diizinkan-Nya memperoleh syafaat..”[Saba’: 22-23]

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
“Apakah mereka mempersekutukan (Allah dengan) berhala-berhala yang tidak dapat menciptakan sesuatu pun? Sedangkan berhala-berhala itu tidak mampu memberi pertolongan kepada penyembah-penyembahnya dan kepada dirinya sendiri pun berhala-berhala itu tidak dapat memberi pertolongan.” [Al-A’raaf: 191-192]

Apabila keadaan tuhan-tuhan itu demikian, maka sungguh sangat bodoh, bathil dan zhalim apabila menjadikan mereka sebagai ilah dan tempat meminta pertolongan.

Kedua:
Sebenarnya orang-orang musyrik mengakui bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah satu-satunya Rabb, Pencipta, yang di tangan-Nya kekuasaan segala sesuatu. Mereka juga mengakui bahwa hanya Dia-lah yang dapat melindungi dan tidak ada yang dapat melindungi-Nya. Ini mengharuskan pengesaan Uluhiyyah (penghambaan), seperti mereka mengesakan Rububiyah (ketuhanan) Allah. Tauhid Rububiyah mengharuskan adanya konsekuensi untuk melaksanakan Tauhid Uluhiyah (beribadah hanya kepada Allah saja).
“Hai manusia, sembahlah Rabb-mu yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertaqwa. Dia-lah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap. Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rizki untukmu, karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui”[Al-Baqarah: 21-22]

[Disalin dari kitab Syarah Aqidah Ahlus Sunnah Wal Jama'ah Oleh Yazid bin Abdul Qadir Jawas, Penerbit Pustaka At-Taqwa, Po Box 264 Bogor 16001, Cetakan Pertama Jumadil Akhir 1425H/Agustus 2004M]
_________
Foote Note
[1]. Disebutkan oleh Ibnu Katsir dari Ibnu ‘Abbas, Mujahid, ‘Atha’, Ikrimah, asy-Sya’bi, Qatadah dan lainnya. Lihat Fathul Majiid Syarh Kitabit Tauhiid (hal. 39-40) tahqiq Dr. Walid bin ‘Abdirrahman bin Muhammad al-Furaiyan.
[2]. Lihat Min Ushuuli ‘Aqiidah Ahlis Sunnah wal Jamaa’ah dan Aqidatut Tauhiid (hal. 36) oleh Dr. Shalih al-Fauzan, Fathul Majiid Syarah Kitabut Tauhiid dan al-Ushuul ats-Tsalaatsah (Tiga Landasan Utama).
[3]. Lihat Taisirul Kariimir Rahmaan fii Tafsiiri Kalaamil Mannaan (hal. 63, cet. Mak-tabah al-Ma’arif , 1420 H). http://www.almanhaj.or.id/content/1587/slash/0

Tauhid Al-Asma’ Wash-Shifat

Oleh Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas

Ahlus Sunnah menetapkan apa-apa yang Allah Azza wa Jalla dan RasulNya Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah tetapkan atas diri-Nya, baik itu dengan Nama-Nama maupun Sifat-Sifat Allah Subhanahu wa Ta’ala dan mensucikanNya dari segala aib dan kekurangan, sebagaimana hal tersebut telah disucikan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya Shallallahu alaihi wa sallam. Kita wajib menetapkan Sifat Allah sebagaimana yang terdapat dalam al-Qur’an dan as-Sunnah dan tidak boleh dita'wil.

Al-Walid bin Muslim pernah bertanya kepada Imam Malik bin Anas, al-Auza’iy, al-Laits bin Sa’ad dan Sufyan ats-Tsaury tentang berita yang datang mengenai Sifat-Sifat Allah, mereka semua menjawab:
“Perlakukanlah (ayat-ayat tentang Sifat Allah) sebagaimana datangnya dan janganlah kamu persoalkan (jangan kamu tanya tentang bagaimana sifat itu).”[1]

Imam Asy-Syafi’ Rahimahullah berkata:
“Aku beriman kepada Allah dan kepada apa-apa yang datang dari Allah sesuai dengan apa yang diinginkan-Nya dan aku beriman kepada Rasulullah dan kepada apa-apa yang datang dari beliau, sesuai dengan apa yang dimaksud oleh Rasulullah"[2]

Kata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah Rahimahullah: “Manhaj Salaf dan para Imam Ahlus Sunnah mereka mengimani Tauhid al-Asma’ wash Shifat dengan menetapkan apa-apa yang Allah telah tetapkan atas diri-Nya dan telah ditetapkan Rasul-Nya Shallallahu alaihi wa sallam untuk-Nya, tanpa tahrif[3] dan ta’thil[4] serta tanpa takyif[5] dan tamtsil[6]. Menetapkan tanpa tamtsil, menyucikan tanpa ta’thil, menetapkan semua Sifat-Sifat Allah dan menafikan persamaan Sifat-Sifat Allah dengan makhluk-Nya”

Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
“Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan-Nya. Dan Dia-lah Yang Mahamendengar lagi Mahamelihat" [Asy-Syuura':11]

Lafazh ayat : “Tidak ada yang serupa dengan-Nya” merupakan bantahan kepada golongan yang menyamakan Sifat-Sifat Allah dengan makhluk-Nya.

Sedangkan lafazh ayat : “Dan Dia Mahamendengar lagi Mahamelihat” adalah bantahan kepada orang-orang yang menafikan/mengingkari Sifat-Sifat Allah.

‘Itiqad Ahlus Sunnah dalam masalah Sifat Allah Subhanhu wa Ta’ala didasari atas dua prinsip:

Pertama.
Bahwasanya Allah Subhanahu wa Ta’ala wajib disucikan dari semua sifat-sifat kurang secara mutlak, seperti ngantuk, tidur, lemah, bodoh, mati, dan lainnya.

Kedua.
Allah mempunyai sifat-sifat yang sempurna yang tidak ada kekurangan sedikit pun juga, tidak ada sesuatu pun dari makhluk yang menyamai Sifat-Sifat Allah.[7]

Ahlus Sunnah wal Jama’ah tidak menolak sifat-sifat yang disebutkan Allah untuk Diri-Nya, tidak menyelewengkan kalam Allah Subhanahu wa Ta’ala dari kedudukan yang semestinya, tidak mengingkari tentang Asma’ (Nama-Nama) dan ayat-ayatNya, tidak menanyakan tentang bagaimana Sifat Allah, serta tidak pula mempersamakan Sifat-Nya dengan sifat makhluk-Nya.

Ahlus Sunnah wal Jama’ah mengimani bahwa Allah Azza wa Jalla tidak sama dengan sesuatu apapun juga. Hal itu karena tidak ada yang serupa, setara dan tidak ada yang sebanding dengan-Nya Azza wa Jalla, serta Allah tidak dapat diqiaskan dengan makhluk-Nya.

Yang demikian itu dikarenakan hanya Allah Azza wa Jalla sajalah yang lebih tahu akan Diri-Nya dan selain Diri-Nya. Dialah yang lebih benar firman-Nya, dan lebih baik Kalam-Nya daripada seluruh makhluk-Nya, kemudian para Rasul-Nya adalah orang-orang yang benar, jujur, dan juga yang dibenarkan sabdanya. Berbeda dengan orang-orang yang mengatakan terhadap Allah Azza wa Jalla apa yang tidak mereka ketahui, karena itu Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
“Mahasuci Rabb-mu, yang mempunyai keperkasaan dari apa yang mereka katakan. Dan kesejahteraan dilimpahkan atas para Rasul, dan segala puji bagi Allah Rabb sekalian alam."[Ash-Shaffat: 180-182]

Allah Jalla Jalaluhu dalam ayat ini mensucikan diri-Nya, dari apa yang disifatkan untuk-Nya oleh penentang-penentang para Rasul-Nya. Kemudian Allah Azza wa jalla melimpahkan salam sejahtera kepada para Rasul, karena bersihnya perkataan mereka dari hal-hal yang mengurangi dan menodai keagungan Sifat Allah.[8]

Allah Subhanahu wa Ta'ala dalam menuturkan Sifat dan Asma’Nya, memadukan antara an-Nafyu wal Itsbat (menolak dan menetapkan)[9] Maka Ahlus Sunnah wal Jama'ah tidak menyimpang dari ajaran yang dibawa oleh para Rasul, karena itu adalah jalan yang lurus (ash-Shiraathal Mustaqiim), jalan orang-orang yang Allah karuniai nikmat, yaitu jalannya para Nabi, shiddiqin, syuhada dan shalihin[10]

[Disalin dari kitab Syarah Aqidah Ahlus Sunnah Wal Jama'ah Oleh Yazid bin Abdul Qadir Jawas, Penerbit Pustaka At-Taqwa, Po Box 264 Bogor 16001, Cetakan Pertama Jumadil Akhir 1425H/Agustus 2004M]
_________
Foote Note
[1]. Diriwayatkan oleh Imam Abu Bakar al-Khallal dalam Kitabus Sunnah, al-Laalikai (no. 930). Lihat Fatwa Hamawiyah Kubra (hal. 303, cet. I, 1419 H) oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah, tahqiq Hamd bin Abdil Muhsin at-Tuwaijiry, Mukhtashar al-Uluw lil Aliyil Ghaffar (hal. 142 no. 134). Sanadnya shahih.
[2]. Lihat Lum¡’atul I’tiqaad oleh Imam Ibnul Qudamah al-Maqdisy, syarah oleh Syaikh Muhammad Shalih bin al-Utsaimin (hal. 36).
[3]. Tahrif atau ta’wil yaitu merubah lafazh Nama dan Sifat, atau merubah maknanya, atau menyelewengkan dari makna yang sebenarnya.
[4]. Ta’thil yaitu menghilangkan dan menafikan Sifat-Sifat Allah atau mengingkari seluruh atau sebagian Sifat-Sifat Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Perbedaan antara tahrif dan ta’thil ialah, bahwa ta’thil itu mengingkari atau menafikan makna yang sebenarnya yang dikandung oleh suatu nash dari al-Qur’an atau hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, sedangkan tahrif ialah, merubah lafazh atau makna, dari makna yang sebenarnya yang terkandung dalam nash tersebut.
[5]. Takyif yaitu menerangkan keadaan yang ada padanya sifat atau mempertanyakan: “Bagaimana Sifat Allah itu?”. Atau menentukan bahwa Sifat Allah itu hakekatnya begini, seperti menanyakan: “Bagaimana Allah bersemayam?” Dan yang sepertinya, karena berbicara tentang sifat sama juga berbicara tentang dzat. Sebagaimana Allah Azza wa Jalla mempunyai Dzat yang kita tidak mengetahui kaifiyatnya. Dan hanya Allah Azza wa Jalla yang mengetahui dan kita wajib mengimani tentang hakikat maknanya.
[6]. Tamtsil sama dengan Tasybih, yaitu mempersamakan atau menyerupakan Sifat Allah Azza wa Jalla dengan makhluk-Nya. Lihat Syarah Aqidah al-Wasithiyah (I/86-100) oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin, Syarah Aqidah al-Wasithiyah (hal 66-69) oleh Syaikh Muhammad Khalil Hirras, Tahqiq Alawiy as-Saqqaf, at-Tanbiihat al-Lathifah ala Mahtawat alaihil Aqidah al-Wasithiyah (hal 15-18) oleh Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di, tahqiq Syaikh Abdul Aziz bin Bazz, al-Kawaasyif al-Jaliyyah an Ma’anil Wasithiyah oleh Syaikh Abdul Aziz as-Salman.
[7]. Lihat Minhajus Sunnah (II/111, 523), tahqiq Dr. Muhammad Rasyad Salim.
[8]. Lihat at-Tanbiihaat al-Lathiifah hal. 15-16.
[9]. Maksudnya, Allah memadukan kedua hal ini ketika menjelaskan Sifat-Sifat-Nya dalam al-Qur-an. Tidak hanya menggunakan Nafyu saja atau Itsbat saja.
Nafyu (penolakan) dalam al-Qur’an secara garis besarnya menolak adanya kesamaan atau keserupaan antara Allah dengan makhluk-Nya, baik dalam Dzat maupun sifat, serta menolak adanya sifat tercela dan tidak sempurna bagi Allah. Dan nafyu bukanlah semata-mata menolak, tetapi penolakan yang di dalamnya terkandung suatu penetapan sifat kesempurnaan bagi Allah, misalnya disebutkan dalam al-Qur’an bahwa Allah tidak mengantuk dan tidak tidur, maka ini menunjukkan sifat hidup yang sempurna bagi Allah.
Itsbat (penetapan), yaitu menetapkan Sifat Allah yang mujmal (global), seperti pujian dan kesempurnaan yang mutlak bagi Allah dan juga menetapkan Sifat-Sifat Allah yang rinci seperti ilmu-Nya, kekuasaan-Nya, hikmah-Nya, rahmat-Nya dan yang seperti itu. (Lihat Syarh al-Aqiidah al-Wasithiyyah oleh Khalil Hirras, tahqiq Alwiy as-Saqqaf, hal. 76-78).
[10]. Lihat QS. An-Nisaa¡’ 69 dan at-Tanbiihaat al-Lathiifah hal. 19-20.

Selasa, 23 Desember 2014

JOKOWI BUKA TOPENGMU

  • Kalau Jokowi sdh 5 thn atau min 4 thn pimpin Jakarta dan jelas hasilnya, barulah logis kita dorong dia jd capres. Nah, ini? Setahun jg belum

  • Setahun juga belum, bahkan sebelumnya, baru 3-6 bulan sdh dieluk2 media (bayaran) utk jadi capres...apakah anda tidak curiga? Kemana IQ ?

  • Apakah pada pilgub DKI kemaren, rakyat Jakarta memang pilih Jokowi hny utk masa kerja 1 thn ? Lalu AHok jadi Gubenur DKI ? Kemana IQ ?

  • Apakah Jakarta sdh siap terima Ahok jadi Gubenur ? Sdh tahu siapa dia sebenarnya ? Sdh tahu bgmn dia pernah jadi TSK di Polda Babel ?

  • Apakah Rakyat Jakarta tahu bgmn kinerja Ahok yg hanya 1.3 tahun di Kabupaten Belitung Timur ? Tinggalkan janji2 dan utang membengkak ?

  • Ratusan pemimpin / pejabat kita jauh lebih bagus daripada Jokowi - Ahok. Bedanya mereka tdk dibayar/sokong/sponsori konglomerat & mafia

  • Apakah rakyat tidak sadar, bhw media2 sdh dibayar mahal, bahkan dgn kontrak jangka panjang utk setingan penuh rekayasa dan kebusukan ini?

  • Apakah rakyat tidak sadar, bhw begitu hebatnya skenario, benteng, dan strategi promosi Jokowi- Ahok yg diciptakan oleh musuh2 negara kita?

  • Kompas, Detik, Tempo, First Media, sebagian JPNN dll semua mau liput dan buat kanal/kolom khusus utk Jokowi ahok. Kenapa? Kontrak ratusan M

  • Di socmed, kaskus, twitter, fb dan semua media micro juga disiapkan "pasukan khusus" yg tugasnya naikan citra palsu Jokowi Ahok ..

  • Mau contoh ? Tunggu saja 1-2 menit lagi, ratusan akun2 yg dibuat khusus dan admin2 yg dibayar khusus (gaji bulanan) akan menyerang akun ini

  • Sedemikian hebatnya penguasaan dan pengedalian media oleh kelompok tertentu yg menjadi "bos / pemilik" Jokowi Ahok ini. Utk buat opini

  • Semua gerak langkah, aktivitas, keputusan2 dan kebijakan2 Jokowi Ahok tidak lepas dari arahan dan perintah mereka

  • Saking hebatnya mereka, Tokoh sekaliber @Pak_JK dan @Prabowo08 pun tdk mau didengarkan / patuhi Jokowi. Ada bosnya yg lebih tinggi

  • Padahal, Jokowi itu awalnya diperkenalkan dan dibantu habis2an oleh @Pak_JK dan Prabowo utk bisa nyagub dari PDIP ..jokowi lupa diri

  • Memang uang @Prabowo08 yg dihabiskan utk Jokohok itu tdk sebesar uang para mafia, konglo2 dan buronan BLBI yg lebih habis uang utk Jokohok

  • Wajar, jk tokoh sehebat @Pak_JK pun berani dikhianati oleh Jokowi. Dia tak mau kabulkan niat JK utk garap proyek MRT. Jokowi kasih ke Ortus

  • Kenapa Ortus yg ditunjuk / pilih Jokowi utk MRT dll ? Karena pemilik Ortus jauh lebih bnyk habiskan uang utk Jokowi, bahkan sejak pre pilgub

  • Proyek APBD yang puluhan triliun/thn dan proyek non APBD yang ratusan triliun, adalah salah 1/sebagian kecil dari imbalan utk bos2nya jokowi

  • Jokowi itu sifatnya glembuk/glembok. Kami menjulukinya "Doraemon". Kenapa? Dia mampu sembunyikan niatnya dan seolah2 tanpa agenda pribadi
  • Sehingga semua orang yg ingin "mengendalikan/menungganginya" diberikan tempat oleh Jokowi. Glembuknya Jokowi itu hebat. Luar biasa

  • Kekhawatiran kami jika Jokowi nyapres, adalah 1) Ahok naik jadi Gub DKI. Realitas ini tdk diterima oleh rakyat DKI. Lalu munculah bencana

  • 2. Khawatir ketika Jokowi Nyapres, lalu semua kekuatan asing dan DN yg semua itu sebenarnya adlhmusuh bangsa, bersatu menangkan Jokowi

  • 3. Ketika Jokowi nyapres dan itu DIANGGAP satu hal yg wajar2 saja, saat itulah sebenarnya, rakyat Indonesia sdh diperdaya oleh opini sesat

  • 4. Bagaimana mungkin, seorang Gub DKI yg baru setahun terpilih dan menjabat Gub, diperkenankan mengkhianati suara rakyat DKI yg memilihnya
  • 5. Bgmn mungkin seorang pejabat yg baru saja terpilih dan belum jelas integritas dan kinerjanya sbg Gubernur, sdh merasa punya hak nyapres ?

  • 6. Dimana moralitas seorang Jokowi ? Mana tanggung jawabnya pada Tuhan dan Rakyat Jakarta? Bgmn pertanggungjawabannya ? Absurd. Aneh. Ajaib

  • Semua keabsurdan ini, kegilaan ini, semata2 bisa tertutup hanya karena OPINI yg diciptakan sekolompok orang yg "sangat berbahaya". Eduun !

  • Lihatlah manuver2 Jokowi yg dikendalikan "mastermind" dibalik panggung. Mula2 Jokowi bilang tdk akan nyapres, lalu pelan2 berubah..berubah

  • Moralitas macam apa yg ditunjukan oleh Jokowi kepada rakyat Jakarta dan Indonsia ? KETELADANAN macam apa yg dia tunjukan ? Tidak ada. NOL

  • Yang ada, Jokowi itu menunjukan dirinya yang sebenarnya. GLEMBUK. Penipu. Pengkhianat amanah rakyat, serakah. Tidak bertanggungjawab. Egois

  • Sebagai WNI, kami wajib sampaikan semua fakta ini meski sangat menyakitkan. Seorang Gubenur kita ternyata tidak punya standar moral !

  • Jokowi, majikan2nya, mastermindnya dll...semuanya ..silahkan marah besar atau ngamuk kepada kami. EGP ! Misi kami menyampaikan kebenaran

  • Kami tdk rela INDONESIA ini dipimpin oleh seorang Presiden yang tak bermoral, yg tak berkuasa, yg tak mampu tunaikan amanah, yg jadi BONEKA

  • Jika Jokowi nantinya tetap maju sbg capres, itulah saat moral bangsa, logika dan hati nurani sdh mati di Indonesia. Tidak berakal budi

  • Jokowi dan majikan2nya (yg musuh negara : koruptor dan mafia2) itu boleh saja mampu membayar semua media, tokoh2, politisi, LSM, kampus dll

  • Namun, Mereka (Jokowi dan majikan2nya) TIDAK MAMPU membeli kami. Ingat, ketika pilkada dulu, sampai2 ahok fitnah kami minta uang sama dia

  • Segala cara akan mereka lakukan untuk bisa BERKUASA di Indonesia. Via Presiden Boneka yang bernama Jokowi yang tak punya moral dan akhlak

  • Tidak ada arti dan makna jutaan suara warga DKI yg telah memilihnya dan memberikan Jokowi amanah utk pimpin DKI selama 5 thn

  • Persis seperti Ahok, setali tiga uang dgn Jokowi. Ahok hny 1.3 thn menjabat Bupati Beltim utk kemudian dia kejar lagi ambisinya..gila !

  • Tdk ada arti suara rakyat DKI yg sdh memilihnya di Pilgub DKI. Apakah orang seprti itu yang kita PUJA2 ? Astaghfirullah..mereka pengkhianat

  • Kami kadang2 merasa heran, apakah rakyat Indonesia ini sebagian tdk punya mata dan tdk bisa gunakan akal? Kenapa mudah tertipu opini palsu

  • Mudah tertipu opini palsu yg memang dciptakan utk memberikan penilaian yg keliru thdp sosok Jokowi Ahok. Seolah2 mereka HERO atau GOD

  • Seolah2 Jokowi dan Ahok itu hebat. Padahal coba lihat track record mereka..lihat jokowi di Solo. Lihat angka2 faktualnya. Angka2 itu bicara

  • Coba lihat ahok di Beltim, lihat faktualnya. Lihat faktanya, ahok alias zhong wan xie alias basuki indra itu bahkan pernah jadi tersangka !

  • Tetapi semua track record Jokowi dan Ahok yang dibawah rata2 kepala daerah di Indonesia itu, DITUTUPI ratusan/ribuan berita/informasi palsu

  • Informasi dan berita palsu itu contohnya seperti proyek mobnas esemka, kandidat walikota terbaik sedunia dll...yang semuanya itu adalah TIPU

  • Jokowi dgn sangat mudahnya menipu rakyat. Dia bilang dia bangga bisa masuk bursa walikota tebak sedunia ala idol2an Mayor foundation itu

  • Jokowi tidak malu2 berani memberikan LEGITIMASI atas pemilihan walikota idol2an yg seleksinya asal2an, siapa saja bisa daftar via internet

  • Idol2an walikota terbaik sedunia itu, pemenangnya pun tergantung pada kandidat yg paling banyak divoting /dipilih via internet

  • Bahasa kasarnya, walikota bajingan, maling, korup, atau siapa saja, yg dipilih oleh banyak orgvia internet PASTI TERPILIH sbg pemenang.

  • Kami sdh banyak kemukanan fakta2 penipuan2 ala Jokowi Ahok ini. Tapi apalah daya, ini hnya akun twitter/socmed/micro..VS KONGLOMERAT PERS

  • Saat Pilgub dulu, hanya untuk melawan informasi dan fakta2 yang kami coba sampaikan ke publik, jasmev bikin 10.000 akun dan 1 juga twit !
  • Knpa Jasmev (konsultan socmed Jokowi Ahok) itu sangat takut sama akun ini ? Karena kami konsisten ungkapkan kebusukan besar dibalik Jokohok

  • Skrg kembali kepada penilaian rakyat ....cermati baik2...kritislah...ada apa ini ? Apa rencana besar dibalik penipuan thdp rakyat RI ini?

  • Jk apa yang kami sampaikan tadi, ada 1 saja yg salah atau TIDAK BENAR, kami siap tutup akun ini, dan serahkan nasib bangsa ini kepada TUHAN

  • Jk SEMUA info kami benar, dan demi TUHAN memang BENAR, kami akan terus suarakan kebenaran..apapun risikonya..selama hayat dikandung badan

  • Mereka, Jokowi - Majikan2nya - bigot2nya - media2 bayarannya - akan menuduh kami : 1) Bayaran 2) Fitnah 3) SARA. Itulah modus bantahan mrka

  • Tidak pernah, mereka bantah substansi informasi dan fakta yang kami sampaikan. Kenapa ? Karena memang tidak terbantahkan...

  • Belum selesai lagi kultwit ini, kami lihat, sdh hampir 1500 mention yang masuk..semoga dari teman2 yg sadar, bukan dari bigot2 jokohok hehe

  • Sekian...selamat menyaksikan serangan2 tak bermutu dari bigot jokowi...kmi ngungsi dulu sebentar ..agar tdk terjadi perang batara yudha hehe

JOKOWI MANING

  • 1. Kalau Jokowi Nyapres, Ahok otomatis akan jadi Gubernur. Bukan karena UU, tapi karena ada deal sebelumnya. Kesepakatan pra pilkada

  • 2. Mengenai kesepakatan Pra Pilgub DKI sebenarnya sdh berkali2 kami sampaikan saat pilgub kemaren. Semua yg kami sampaikan terbukti

  • 3. Selain twit itu, kami juga dulu twitkan ttg kesepakatan2 antara Jokowi dgn para sponsornya, al : Jokowi terus blusukan seperti di Solo

  • 4. Info kami saat Pilgub DKI yang sdh terbukti saat ini adalah : 1) Sebagian nama2 sponsor Jokowi yang pernah kami sebutkan sdh mengaku

  • 5. Sponsor2 itu diantaranya (Djan Farid, Edward S, James Riady dll). Semua sdh terrbukti

  • 6. 2) Mengenai konsesi2 sbgmn yg kami sampaikan dulu, juga sdh mulai terbukti, al : Edward mendapatkan kembali Konsesi PRJ dan MRT

  • 7. 3) Info kami bhw nanti Jokowi akan khianati JK dan Prabowo, juga sdh terbukti. Jokowi lebih patuh pada donatur2 besar yg biayai dirinya

  • 8. 4) Info kami dulu ttg bhw Jokowi nanti akan terus dipromosikan via media agar popularitas dan elektabilitasnya naik, juga telah terbukti

  • 9. 5) Twit kami saat pilgub dulu bhw nanti Jokowi akan didorong utk jadi capres dgn rekayasa opini via media dan lembaga survey : TERBUKTI

  • 10. 6) Info kami saat pilgub dulu bahwa secara defacto Ahok yg jadi Gub DKI dan Jokowi hny secara de jure : TERBUKTI

  • 11. 7) Info bahwa nanti PNS etnis Betawi tergusur dari posisi strategis di Pemkot DKI, juga sdh terbukti. Bahkan Sekda DKI pun bukan Betawi

  • 12. Tdk ada lagi pejabat puncak di Pemprov DKI yang dari etnis Betawi. Gub : Jawa, wagub : Bangka, Sekda : Jawa dst.. Etnis betawi diabaikan

  • 13. Bahkan janji Jokowi Ahok untuk tunjuk Silvana Munir yang etnis betawi jadi sekda pun diingkari. Penipuan/kebohongan2 Jokohok kian tampak

  • 14. 8) Twit kami saat Pilkada dulu bhw Jokowi akan KKN, juga terbukti skrg dgn penunjukan Sekda yg teman Jokowi di Fak Kehutanan UGM

  • 15. Juga KKN dan jual beli jabatan di Pemprov DKI dgn kedok lelang Jabatan. Juga titipan partai, seperti Kadis PU yg titipan PDIP

  • 16. Yang lebih parah adalah jual beli jabatan yg dilakukan via penasihat spiritual Jokowi yang suka transaksi suap di Hotel Sahid Jakarta

    17. 9) Mengenai twit kami dulu bhw praktek korupsi akan tetap banyak bahkan meningkat di bawah Kepemimpinan Jokohok, juga terbukti.

  • 18. Hampir disemua Dinas/Satker di Pemprov DKI kini makin menggila korupsinya. Setoran suap pun naik. Contoh proyek rehab di Dinas Dikbud

  • 19. Mengenai daftar korupsi di DKI berdasarkan info yang masuk, akan kami kultwitkan tersendiri. Krn saat ini saja ada sdh 27 kasus korupsi

  • 20. 10) Mengenai ketidakmampuan/incapacity Ahok dan Jokowi sbg Gub /wagub DKI juga sdh terbukti. Saat ini, terjadi kekacauan di birokrasi

  • 21. Kekacauan birokrasi terbesar di Pemprov DKI yang paling menyolok adalah tentang kesalahan fatal Jokohok yg terbitkan Pergub tentang KJS

  • 22. Tanpa memperhatikan adanya Perda (yg lebih tinggi kedudukan hukumnya), Jokohok langsung terbitkan Pergub KJS yg keliru fatal itu

  • 23. Akibatnya Gub DKI dinilai langgar hukum krn langgar Perda tentang Warga DK yg berhak dapat KJS dan plafon biaya perawatannya

  • 24. Dengan Pergub tsb, semua Warga DKI baik yg sangat miskin maupun yang sangat kaya, mendapatkan biaya berobat gratis. Sableng ga tuh?

  • 25. Jaminan biaya berobat yg sebelumnya 100 juta per warga, turun drastis menjadi hanya 6 juta per warga. Makin gileee hehe
  • 26. Kekacauan birokrasi pemprov DKI yg ke 2 adalah diakibatkan kebijakan lelang jabatan. Pejabat2 yg gagal dapat kursi terlantar ga jelas

  • 27. Pejabat2 yang tak jelas mau ditempatkan dimana itu, kemudian dititipkan di semua unit kerja DKI tnp perencanaan shgga kacaukan sistem

  • 28. Tingkat keresahan dan ketidaknyamana kerja di birokrasi DKI kian memuncak. Akibatnya, pelayanan publik terganggu. Smga tdk meledak

  • 29. Kekacauan lain adalah dampak dari bluskan Jokowi yg senang umbar janji sehingga menyulitkan staf2nya dlm mewujudkan janji2 manis jokowi

  • 30. Karena janji2 manis Jokowi thdp warga itu hampir semuanya tidak ada dalam mata anggaran atau rencana proyek/kegiatan Pemprov DKI

  • 31. Akibatnya, staf2 Jokowi jungkir balik cari anggaran dgn akrobat pindah2kan anggaran yg sdh diputuskan bersama DPRD DKI dan Mendagri

  • 32. Kekacauan seperti ini pernah terjadi di Solo ketika pemkot Solo ga punya uang utl bayar listrik krna dananya dipakai utk yg lain.

  • 33. PLN pun mematikan listrik di seluruh jalan dan kantor pemda Solo. Namun, dengan pelintiran media, seolah2 PLN yg salah dlm tunggakan itu

  • 34. 11) Gaya kepemimpinan Jokowi Ahok yg kedepankan kebijakan2 populis tapi tdk bermakna dan tdk sejahterakan rakyat menjadi prioritas mrka

  • 35. Contoh nyatanya adalah penyelenggaraan PRJ Tandingan di Kawasan Monas yg sebabkan Kawasan Monas jadi hancur, jorok dan macet total

  • 36. Atau kegiatan2 perayaan baik tahun baru, HUT DKI dst dst yg semuanya hny utk donkrak popularitas. Bukan atas dasar konsep pembangunan

  • 37. Skrg rame beredar sinisme di lingk pemprov DKI. Jokowi Ahok hny manfaatkan uang negara utk kepentingan pribadi dlm hal ini popularitas

  • 38. Jokowi sibuk blusukan dan terus cari isu yg bs jd berita menarik di media2 utk dongkrak populritasnya, sementara itu ahok di kantor

  • 39. Singkatnya, Jokowi Ahok terus "berkampaye" dgn manfaatkan jabatan dan uang negara. So, jika Jokowi nyapres, saya jd ikut senang hehe

  • 40. Karena, dia harus mundur dari Gub DKI dan tdk lagi gunakan uang rakyat utk kepentingan pribadinya.

  • 41. Kultwit ini bukanlah penilaian kinerja Jokohok. Karena blm setahun dan blm etis utk dilakukan penilaian thdp mereka. Sekian. MERDEKA !!
Suharto tipe pemimpin yang sangat lihai. Banyak yang mengatakan sosoknya licin bagai belut yang berenang di dalam genangan oli. Dia memanfaatkan semua yang berada di sekelilingnya guna memperkuat posisinya sendiri. Ketika menumbangkan Bung Karno, Suharto menggalang kekuatan militer, teknokrat kapitalistis, dan ormas keagamaan—dalam hal ini kebanyakan sayap Islam, dengan alibi untuk menghancurkan komunisme. Namun setelah berkuasa, umat Islam ditinggalkan. Suharto malah merangkul kekuatan salibis faksi Pater Beek SJ dan juga CSIS di mana Ali Moertopo menjadi sesepuhnya, dan di era 1980-an muncul tokoh sentral Islamophobia, murid Ali Moertopo, bernama Jenderal Leonardus Benny Moerdhani.
Nations and Character Building yang diperjuangkan para pendiri republik ini dalam sekejap dihancurkan Suharto, dan digantikan dengan Exploitation de L’homee par L’homee, eksploitasi yang dilakukan elit negara terhadap rakyat kecil. Dan ironisnya, eksploitasi ini terus dilakukan oleh para elit pemerintah dan juga elit parpol sampai hari ini.
Dalam penegakan Hak Asasi manusia (HAM), rezim Orde Baru di tahun 1980-an sangat dikenal di luar negeri sebagai rezim fasis-militeristis. M.C.Ricklefs, sejarawan Australia yang banyak meneliti tentang sejarah politik di Indonesia, menyatakan jika penegakan HAM-nya rezim Suharto jauh lebih buruk ketimbang penguasa jajahan Belanda.
“Orde Baru lebih banyak melakukan hukuman itu ketimbang pemerintah jajahan Belanda. Orde Baru mengizinkan penyiksaan terhadap narapidana politiknya. Sentralisasi kekuasaan ekonomi, politik, administrasi, dan militer di tangan segelintir elit dalam pemerintahan Suharto juga lebih besar ketimbang dalam masa pemerintahan Belanda,” demikian Ricklefs.
Selain tiranik, Suharto juga telah menyuburkan sifat korup di dalam elit pemerintahan. Tidak main-main, salah satu tonggak “kegilaan” korupsinya sampai membangkrutkan salah satu firma konstruksi dan konsultan paling terhormat dan terbesar di AS, yakni Stone and Webster Engineering Company (SWEC). Salah seorang anggota keluarga Suharto meminta suap dengan terang-terangan kepada SWEC sebesar 150 juta dollar AS. Kasus ini ditulis oleh Steve Bailey di dalam Boston Globe edisi 15 Maret 2006 berjudul “The Bribe Memo dan Collapse of Stone and Webster” (hal.E1).
Kasus-kasus korup di era Orde Baru, dan kolusinya dengan dunia usaha, secara apik dipaparkan Yoshihara Kunio dalam “Kapitalisme Semu Asia Tenggara” (LP3ES, 1990). Jika dianalogikan, Indonesia di era kekuasaan Orde Baru merupakan sebuah peti harta karun, yang dikuasai sepenuhnya oleh elit global (Washington), dan hanya sebagian kecil dari isi harta karun itu yang dibagikan kepada para penjaganya sebagai upah, yakni Suharto dan kelompoknya. Sedangkan pemilik aslinya yakni rakyat Indonesia, hanya disuruh menjadi penonton pameran kekayaan dan ‘kemajuan pembangunan’ yang terjadi di sekitarnya. Inilah Indonesia di era Orde Baru.
Bila kita melihat apa yang terjadi di belakang kudeta terhadap Presiden Soekarno, naiknya Jenderal Suharto, dan apa yang dilakukannya setelah berkuasa, maka akan terlihat sekali jika ada tangan-tangan yang sangat berpengaruh, didukung modal yang besar, jaringan global yang sangat kuat, yang bermain di sana.
Secara garis besar bisa dirinci sebagai berikut :
Pertama. Indonesia yang dahulu dikenal sebagai Nusantara, namanya sudah termasyhur sejak lama sebagai suatu kawasan yang sangat kaya raya. Nusantara sejak zaman purba sudah dikenal sebagai tanah yang menyimpan cadangan emas permata dalam jumlah yang teramat sangat banyak. Bukan hanya emas permata, namun belakangan juga diketahui menyimpan minyak bumi, timah, bauksit, gas alam, dan sebagainya. Tentu saja, hal ini membuat bangsa-bangsa lain ingin menguasai kawasan yang dianggap sebagai “Sekeping Tanah Surga yang ada di Bumi”.
Kedua. Dalam sejarahnya, elit kerajaan Mesir Kuno sudah mengetahui keberadaan Nusantara dan bahkan telah mengadakan kontak dagang dengan Barus. Tidak menutup kemungkinan jika mereka juga melakukan perdagangan emas permata. Kontak dagang ini terus berlanjut hingga kerajaan Mesir Kuno runtuh berganti dengan kerajaan-kerajaan lain. Di zaman Raja Sulaiman, raja yang juga Nabiyullah ini, tatkala membangun istananya yang teramat sangat megah, memerintahkan kepala arsiteknya bernama Abu Hiram pergi ke Nusantara untuk mengambil emas permata yang akan digunakan untuk mempercantik istananya.
Kita mengetahui jika pada kedua tonggak kerajaan ini—Mesir Kuno dan sisa Kerajaan paska Sulaiman—bercokol satu kekuatan gelap di mana setan dan iblis menjadi pemimpinnya, serta sihir menjadi ilmunya. Kita menamakannya sekarang dengan sebutan Kabbalah.
Di zaman mesir Kuno, para tukang sihir yang berada di belakang kekuasaan para Fir’aun merupakan para pendeta tertinggi Kabbalah. Mereka inilah yang bertarung melawan Nabi Musa a.s. Penyihir Kabbalis merupakan salah satu tonggak dari tiga tonggak penopang Fir’aun.
Di zaman kerajaan Nabi Sulaiman a.s., para setan dan jin di depan Sulaiman a.s. menunjukkan sikap tunduk, namun di dalam hati mereka selalu penuh dengan iri, dengki, dan dendam. Sudah menjadi sifat mereka untuk selalu demikian. Abu Hiram atau Hiram Abiff merupakan pemimpin gerakan persaudaraan rahasia Kabbalis, sekaligus kepala arsitek Haikal Sulaiman. Orang inilah yang menjejakkan kakinya ke Swarnadwipa—seperti yang diperintahkan Sulaiman—untuk mengambil emas permata.
Sebab itulah, kaum Kabbalis sudah mengetahui sejak zaman purba jika tanah Nusantara menyimpan kekayaan emas permata dalam jumlah yang sangat berlimpah. Nusantara telah dijadikan target kaum Kabbalis sejak lama. Dan sejarah telah memperlihatkan kepada kita jika Nusantara sejak dulu hingga kini memang menjadi target mereka.
Sejarah Kaum Kabbalis dan Nusantara
Kitab suci Al-Qur’an dan kitab-kitab suci langit lainnya, semuanya telah mengisahkan fragmen penciptaan manusia dan mengapa Allah swt memerintahkan agar manusia turun dari surga ke bumi. Turunnya manusia ke bumi diikuti oleh iblis yang mendapatkan izin dari Allah untuk menggoda manusia dari jalan ketauhidan sampai dengan akhir zaman.
Sejarah juga telah memperlihatkan kepada kita bagaimana kebaikan dan kejahatan bertarung sepanjang kisah dunia. Para Nabi dan Rasul yang diutus Allah swt untuk menuntun manusia agar bisa hidup di jalan tauhid, selalu saja mendapat tentangan dan perlawanan dari barisannya Iblis yang sangat bernafsu agar manusia keluar dari jalan yang lurus itu.
Tipikal barisan iblis sepanjang sejarah selalu saja mengambil posisi berdekatan dengan lingkaran dalam kekuasaan. Iblis selalu berada di lingkaran elit penguasa. Tidak pernah sekali pun barisan iblis mengambil posisi di luar kekuasaan. Ini fakta dari zaman purba hingga sekarang. Dan kebalikannya, para Nabi dan Rasul nyaris selalu berada di sisi umat kebanyakan melawan penguasa lalim.
Dalam aksinya, kelompok iblis senantiasa menggunakan sihir sebagai senjatanya. Dan berbagai kumpulan sihir yang ada, disatukan ke dalam apa yang disebut sebagai Kabbalah, dengan sihir Babylonia sebagai induknya. Sebab itulah, barisan iblis dikemudian hari juga dikenal sebagai kaum Kabbalah.
Bagi yang ingin mengetahui sejarah mengenai asal muasal Kaum Kabbalah dan kaitannya dengan dunia kekinian, silakan membaca Eramuslim Digest edisi “Genesis of Zionism”. Di dalamnya, kita akan mendapatkan gambaran yang sangat jelas tentang hal ini.

Indonesia, Illuminati, dan Masa Depan Kita (5)

Nusantara telah lama dikenal oleh dunia sebagai wilayah yang teramat kaya. Dan bukan kebetulan jika kaum Kabbalis sudah mengadakan kontak dengan wilayah ini, baik di zaman Fir’aun maupun Raja Sulaiman. Wilayah yang oleh Profesor Arysio Santos des Nunes dianggap sebagai pewaris peradaban Atlantis ini menjadi primadona bangsa-bangsa imperalis seperti Spanyol, Portugis, Inggris, Belanda, dan tentu saja kemudian Amerika Serikat.
Sejarah sudah memaparkan dengan gamblang betapa Nusantara yang kemudian namanya diubah menjadi Indonesia mengalami berbagai gejolak ekonomi maupun politis. Bung Karno yang sangat anti terhadap kaum imperialis ditumbangkan pada tahun 1965 dan diganti oleh ‘boneka globalis’ bernama Jenderal Suharto. Kekayaan Indonesia pun dihisap habis-habisan oleh asing, sedangkan Jenderal Suharto dan kroninya mendapat ‘recehan’nya sehingga mereka, keluarga, dan golongannya pun tumbuh menjadi elit baru di Indonesia.
Dan seperti nasib ‘boneka-boneka’ globalis lainnya, ketika sudah tidak lagi berguna maka dicampakkan, demikian yang dialami Suharto. Tahun 1997-1998 kaum Globalis melalui kaki tangannya mengguncang pasar moneter Asia Tenggara. Indonesia bergejolak. Dan akhirnya Suharto dipaksa menyerahkan kekuasaannya. Habibie naik, berkuasa sebentar kemudian diganti oleh Abdurahman Wahid, lalu Megawati, lalu Susilo Bambang Yudhoyono.
Yang tidak dipaparkan dengan jujur oleh sejarah adalah apa yang terjadi di belakang setiap pergantian kekuasaan. Tumbangnya Soekarno dan naiknya Jenderal Suharto, lalu jatuhnya Suharto  setelah berkuasa selama tigapuluh tahun lebih, bisa dijadikan cermin yang baik apa yang sesungguhnya terjadi. Rakyat selama ini dibohongi atas nama demokrasi dan isme-isme lainnya.
Naiknya Suharto dan Sistem  yang Korup
Tahapan kudeta kaum globalis terhadap Presiden Soekarno sekarang sudah menjadi rahasia umum. Amerika sebagai kendaraan besar kaum globalis sudah berkali-kali mencoba membunuh sosok Bung Karno namun tidak berhasil, bahkan salah seorang agen CIA bernama Allan Pope berhasil ditangkap hidup-hidup.
Akhirnya kaum globalis merancang suatu kudeta sistematis yang telah dimulai pada tahun 1950-an dan puncaknya terjadi pada dini hari, 1 Oktober 1965, yang ujung-ujungnya berhasil menumbangkan Soekarno dari kursi kekuasaannya.
Presiden AS Richard Nixon meluapkan kegembiraan atas jatuhnya Soekarno dengan menyebutnya sebagai “Terbukanya peti harta karun terbesar dari Asia”.
Jatuhnya Soekarno juga dirayakan besar-besaran dalam pertemuan tahunan (rahasia) kelompok Bilderberger tahun 1968, tanggal 26-28 April di Mont Tremblant-Canada. Dalam pertemuan tersebut, Rockefeller menyebutnya sebagai “Hadiah terbesar bagi The New World Order”.
Setiap ada ‘boneka’ baru yang naik menjadi presiden, Amerika selalu mengutus orangnya untuk memberi petunjuk apa saja yang harus dilakukan boneka tersebut, sekaligus memperingatkannya jika boneka tersebut tidak mau patuh. John Perkins, mantan Bandit-Ekonomi, menulis hal ini dalam bukunya:
“Aku memasuki kantor presiden dua hari setelah dia terpilih dan memberinya ucapan selamat. Ia duduk di belakang meja besarnya sambil tersenyum lebar padaku seperti kucing Cheshire…
Aku merogoh saku dengan tangan kiri dan berkata: “Tuan Presiden, ada beberapa ratus juta dollar dalam sakuku untuk Anda dan keluarga jika Anda mengikuti permainan.., Anda tahu, berbaik-baiklah dengan teman-temanku yang menjalankan perusahaan minyak, perlakukan Paman Sam dengan baik.”
Lalu aku melangkah lebih dekat, merogoh tangan kananku ke saku yang lain, membungkuk di depan wajahnya, dan berbisik, “Di sini, ada pistol dan peluru dengan nama Anda—buat berjaga-jaga siapa tahu Anda ingin memenuhi janji kampanye Anda…”
Aku melangkah mundur, duduk, dan membacakan secarik daftar kecil untuknya, isinya nama presiden-presiden yang dibunuh atau digulingkan karena menentang Paman Sam: Dari Diem hingga Noriega—Anda pasti tahu, tindakan rutin.
Dia memahami pesanku dengan sangat baik!”
Patut digaris-bawahi: Setiap ada presiden dari ‘negara jajahan’ atau ‘client’ dari Washington, maka setiap itu pula Washington akan mengirim langsung utusannya kepada penguasa baru dan mengatakan hal-hal tersebut di atas. Tidak terkecuali di Indonesia, dimana sekarang ini pemerintahnya sudah terjerat batang lehernya dengan utang luar negeri kepada kaum globalis sebesar 3.000 triliun lebih! Angka ini terus melambung setiap harinya.
Jenderal Suharto merupakan pelayan yang sangat baik bagi kekuatan globalis yang hendak menjajah kembali Indonesia. Ini dikatakan dengan tegas oleh John Perkins. Selama tigapuluh tahun lebih masa kekuasaannya, Indonesia dirampok habis-habisan kekayaannya. Negeri yang sangat kaya ini dililit utang dengan jumlah luar biasa besarnya. Dan celakanya, utang-utang tersebut tidak sungguh-sungguh digunakan untuk membangun negeri, namun sebagiannya masuk ke dalam pundi-pundi Suharto, keluarga, dan kelompoknya.
Ketika Suharto sudah dianggap tidak berguna lagi. Ini terjadi pada akhir tahun 1980-an, Washington segera melancarkan operasi penggulingannya lewat krisis moneter. Suharto terguling, namun sayangnya sistem korup yang diciptakannya ternyata masih eksis.
Sejumlah tokoh Indonesia yang naik menggantikannya tidak mampu membasmi sistem korup yang sudah mengurat-akar sepanjang tigapuluh tahun pemerintahan Orde Baru. Bahkan korupsi makin menjadi-jadi. Ibarat kata, jika di masa Suharto korupsi dilakukan di bawah meja, maka sekarang ini mejanya ikut-ikutan dikorupsi!
Kisah Cakil, Ilusi Demokrasi
Turunnya Suharto disambut dengan penuh sukacita oleh hampir seluruh anak bangsa ini. Era keterbukaan dimulai. Demokrasi menjadi istilah ajaib yang mampu menyihir banyak kalangan. Partai politik pun bermunculan bagai jamur di musim penghujan. Bangsa Indonesia pun disibukkan setiap tahun dengan berbagai macam pemilihan umum, dari pemilihan tingkat kepala daerah (Pilkada) hingga pemilihan legislatif dan presiden. Bahkan di banyak tempat, pemilihan Ketua RT/RW juga dilakukan mengikut cara kampanye pemilihan umum.
Tampak dari luar, cara seperti ini dianggap sangat demokratis. Namun mereka lupa jika cara pemilihan seperti ini terlalu banyak menguras energi dari rakyat secara keseluruhan. Energi bangsa tersedot hanya untuk mengurusi pemilihan ini dan itu, jalan-jalan kota hingga kampung dipenuhi sampah visual berupa spanduk dan poster calon-calon kepala desa, legislatif, hingga presiden dan wakilnya. Kota metropolitan seperti Jakarta pun tak ubahnya kota pemulung yang dipenuhi pamflet dan spanduk yang bertebaran di sekujur tubuhnya.
Di era demokrasi seperti sekarang ini, partai politik merupakan gerbong utama menuju perubahan. Di atas kertas, yang dikatakan para aktivis parpol adalah perubahan bangsa Indonesia ke arah yang jauh lebih baik. Namun pada kenyataannya, faktanya, yang terjadi hanyalah perubahan pada tingkat elit parpol. Yang tadinya hanya menghuni rumah kontrakkan, sekarang sudah punya belasan apartemen, kendaraan mewah, tanah berhektar-hektar, dan sebagainya. Yang seperti ini banyak.
Di sisi lain, aktivis parpol kelas bawah, hidupnya tidak pernah berubah. Mereka terus setia menjadi aktivis parpol dengan harapan hidupnya bisa ikutan berubah seperti para elit parpolnya. Mereka mengharapkan kenaikan tingkat dalam strata parpol. Selama mereka belum ‘naik kelas’, mereka memamah remah-remah, makanan sisa, dari uang yang bersliweran di sekitar elitnya. Ini faktanya.
Ada kisah seorang aktivis parpol yang sekarang sudah menjadi elit parpol, sebut saja namanya Cakil. Dalam tulisan berikut akan dipaparkan kisahnya.